Rabu, 06 Juni 2012

RELASI EKUIVALEN

Relasi ekuivalen merupakan suatu hubungan antara himpunan dimana himpunan tersebut mempunyai relasi,dan memenuhi sifat sebagai berikut :
Jika a,b dan c anggota himpunan tersebut berlaku :
1. sifat rekleksif
a~ a ,artinya jika a berelasi dengan dirinya sendiri
2. sifat simetri
a ~ b maka b~a , artinya jika a berelasi dengan b maka b juga berelasi
dengan a
3. sifat transitif
a ~b dan b~ c maka a ~ c , artinya jika a berelasi dengn b dan b berekasi
dengan c maka a juga berelasi dengan c
untuk lebih fahamnya lagi tentang apa itu relasi ekuivalen dibawah ini ada satu contoh sekaligus penyelesaiannya tentang relasi ekuivalen.
Contoh soal :
Misalkan A adalah himpinan yang anggotanya anto,andi,yudi,ani,mila, dan yanti.diamana anto andi dan yudi berjenis kelamin laki-laki,dan ani,mila sama yanti berjanis kelamin perempuan.Apakah himpunan A merupakan relasi ekuivalen ?
Penyelaesaianya :
Untuk membuktikan himpunan A merupakan relasi ekuivalen harus memenihi ke-3 sifat yaitu refleksif,simetri dan transitif
1. sifat refleksif
anto ~ anto , berelasi dengan dirinya sendiri karena jenis kelaminnya laki-laki
2. sifat simetri
anto ~ andi
andi ~ anto , anto berelasi dengan andi dan andi berelasi dengan anto karena jenis kelaminnya sama.
3. sifat transitif
mila ~ ani
ani ~ yanti
mila ~ yanti ,mila berelasi dengan ani dan ani berelasi dengan yanti maka
otomatis mila berelasi dengan yanti karena jenis kelaminnya
sama
kesimpulannya jadi himpunan A  merupakan relasi ekuivalen karena memenuhi ke-3 sifat dan sudah mempunyai relasi yaitu jenis kelamin yang sama

tanggung jawab umat kristen terhadap politik

TANGGUNGJAWAB GEREJA TERHADAP POLITIK

Sebagai masyarakat Kristen (Gereja) kita adalah bagian dari warga negara Indonesia. Dan sebagai warga negara Indonesia kita tidak dapat dipisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Proses perjalanan bangsa ini tidak akan terlepas justru bahkan sangat mempengaruhi dari kehidupan kita. Baik itu menyangkut aspek agama, ekonomi, sosial, budaya dan politik. Oleh sebab itu kita (warga gereja) sebenarnya harus ambil bagian dalam perjalanan bangsa. Proses perjalanan suatu bangsa tidak akan pernah lepas dari proses politik dan produk politik. Kebijakan politiklah yang mempengaruhi segala sendi kehidupan bangsa.

Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah warga gereja telah bertanggungjawab dengan penuh didalam keikutsertaannya terhadap segala proses dan produk politik tersebut? Apakah kita tidak mau tahu dan peduli dengan segala hasil dan akibatnya? Atau bahkan kita malah memanfaatkannya untuk keuntungan dan kepentingan pribadi atau golongan kita?

Gereja (orang Kristen) sebenarnya harus bertanggungjawab terhadap setiap proses dan produk serta akibat dari politik. Mengapa gereja harus bertanggungjawab? Apa pula tanggungjawab gereja? Bagaimana gereja melakukan tanggungjawabnya?

Pada kenyataanya yang kita lihat, banyak yang tidak berminat untuk membicarakannya. Menganggap bahwa politik itu bukan urusan gereja, bukan urusan Pendeta, Penatua/Sintua/Lay Leader atau bukan urusan pribadi-pribadi orang Kristen. Karena selama ini ada anggapan bahwa politik itu kotor, licik. Politik itu hanya bersifat duniawi.

Pada Perang Dunia II, seorang penjahat terbesar, Adolf Hitler (yang juga adalah jemaat gereja) pernah mengatakan politik bukan urusan gereja. Hal ini terjadi ketika sebagian kecil orang Kristen di Jerman menentang kebijakan politiknya. Saat itu Hitler memanggil tokoh gereja yang bernama Neimooler. Kepada Pendeta Neimooler, Hitler berkata: “Saya mengurusi politik, anda mengurusi agama. Saya tidak akan mencampuri urusan anda dan saya minta anda tidak mencampuri urusan saya”. Pada saat itu banyak orang Kristen yang setuju dengan Hitler. Tapi akibatnya, 6 juta manusia tak bersalah menjadi korban kekejaman Hitler. Gereja merasa tidak peduli. Gereja tidak membuka suara.

Gereja saat itu berdosa bukan karena membantu atau terlibat dalam pembantaian tersebut tetapi karena diam dan tidak melakukan apa-apa ketika melihat hal dan kebijakan yang salah telah terjadi. Sampai pada saat ini banyak orang Kristen (gereja) yang setuju dengan Hitler. “Korban-korban” terus berjatuhan, kekejaman, ketidakadilan dan tindakan amoral terus terjadi tetapi gereja terlihat kurang peduli. Gereja kurang bersuara.

Memang benar bahwa misi Yesus datang ke dunia bukanlah misi politik. Tetapi mengatakn bahwa karya Yesus tidak ada sangkut-pautnya dengan politik adalah hal yang salah besar. Pelayanan Kristus adalah bersifat Holistik (menyeluruh). Tidak ada satu aspek pun dalam kehidupan yang luput dari misi-Nya, baik di dunia (termasuk politik) dan di surga (Kolose 1 : 15-20). Pemberitaan Kristus di dunia adalah untuk memberitakan tentang Kerajaan Allah. “Bertobatlah sebab Kerajaan Sorga sudah dekat” (Matius 4 : 17 ; 3:2). “Kerajaan” adalah istilah politik. I Petrus 2 : 9, mengatakan bahwa orang-orang percaya itu disebut “bangsa-bangsa yang terpilih”. Kata “Bangsa” juga adalah istilah politik.

Yesus lahir di kota Betlehem. Mengapa Yesus lahir di kota Betlehem? Itu terjadi karena akibat dari sensus penduduk yang ditetapkan oleh Kaisar Agustus. Dengan sensus itu, memaksa Yusuf membawa Maria yang dalam keadaan hamil tua untuk melakukan perjalanan jauh yang sangat melelahkan. Ini membuktikan bahwa sensus itu memiliki kekuatan hukum yang besar. Karena kalau tidak terpaksa tidak mungkin Yusuf bersama Maria yang dalam keadaan hampir melahirkan melakukan perjalanan tersebut. Sensus penduduk itu adalah kebijakan politik Kaisar. Sesaat setelah kelahiran Yesus, yang paling terganggu akan kelahiran-Nya adalah Raja Herodes yang merupakan seorang pemimpin politik. Dialah yang pertama kali berupaya untuk melenyapkan Yesus.

Di dalam perjalanan pelayanan Yesus, Partai kaum Parisi dan para ahli Taurat sangat terganggu pengaruh dan legitimasi mereka ditengah-tengah bangsa Israel. Mereka merasa terganggu dengan ajaran reformasi yang diajarkan dan diwartakan Yesus. Fakta lain, Yesus mati akibat disalibkan oleh keputusan Pontius Pilatus yang merupakan seorang tokoh politik. Walaupun dia tidak menemukan kesalahan Yesus tapi tidak berani melepaskan-Nya. Hal ini disebabkan karena pertimbangan dan perhitungan politik di dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan di daerah kekuasaannya. Kalau kondisi di dalam tidak kondusif maka kedudukannya dapat digeser ataupun digoyang. Mereka menyadari bahwa kehadiran Yesus mempunyai efek dan arti politik. Yesus adalah gangguan politik, karena dapat merongrong wibawa dan pengaruh otoritas politik saat itu. Ini merupakan bukti bahwa tokoh-tokoh politik diatas tanggap.

Di dalam Perjanjian Lama Tuhan berperan secara langsung terhadap situasi dan keadaan politik ditengah-tengah bangsa pilihan-Nya (Israel). Dia memilih membimbing dan memberkati Yusuf, sehingga dapat menjadi orang yang paling berkuasa setelah raja di tengah bangsa lain yaitu Mesir. Tuhan memimpin Musa untuk melepas bangsa Israel dari tangan Raja Firaun serta membimbingnya didalam memimpin perjalanan pembebasan itu. Tuhan mengurapi Saul menjadi Raja Israel walaupun akhirnya Dia tidak mendukungnya lagi. Tuhan juga memilih Raja Daud. Tuhan memilih dan memberikan kebijaksanaan kepada Raja Salomo untuk memimpin bangsa-Nya. Dan masih banyak lagi kesaksian Alkitab yang menunjukkan dan membuktikan Tuhan ada dan peduli di dalam kehidupan poltik.

Orang Kristen Indonesia juga mencatat sejarah keterlibatan orang Kristen didalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Bangsa Indonesia. Pada jaman pergerakan telah berdiri pertai-partai poltik Kristen. Chriestelije Ethische Partij (CEP), Perserikatan Kaoem Christen (PKC), Partai Kaum Masehi Indonesia (PKMI). Partai-partai lain juga berdiri sekitar kemerdekaan yaitu PKN (Partai Kristen Nasional), PARKI (Partai Kristen Indonesia), PARKINDO (Partai Kristen Indonesia). Selain partai Kristen, kita juga mengenal tokoh-tokoh Kristen yang terlibat pada masa itu, diantaranya GSSJ Ratu Langie, TSG Moelia, A. Latumahina, I. Siagian, Mr. AA. Maramis, JK. Panggabean, J. Latuharhary, RM. Mongonsidi dan tokoh lainnya. Selain berpartisipasi dalam kemerdekaan, tokoh-tokoh dan organisasi diatas juga berperan dalam memperjuangkan bahwa orang Kristen juga mempunyai tempat yang sah, sama dan sederajat dengan pihak-pihak lainnya di dalam kehidupan Indonesia Merdeka. Keberhasilan menolak konsep yang mengharuskan Presiden Indonesia adalah orang Islam, masuk ke dalam UUD serta menolak tujuh kata yang tercantum dalan Piagam Jakarta masuk ke dalam UUD 1945. Sampai sekarang “tujuh kata” itu tidak pernah tercantum dalam Undang-Undang Dasar Negara kita.

Mengapa Gereja harus ikut bertanggungjawab terhadap Politik?

Didalam Matius 28 : 18 dikatakan : “KepadaKu telah diberikan segala kuasa di Sorga dan di bumi”. Segala kuasa artinya tidak ada satu kuasa apapun di dunia ini yang dapat melepaskan diri dari kuasa Kristus, termasuk kuasa politik.
Kolose 1 : 20 mengatakan : “Oleh Dialah yang mempedamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik di bumi maupun yang ada di Sorga”. Atau Wahyu 21 : 5 mengatakan : “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru”. Kata “segala sesuatu” artinya tidak ada satu hal pun di dalam kehidupan manusia yang terlepas dari karya penebusan-Nya. Semua termasuk dan tercakup di dalam karya penebusan-Nya, termasuk politik.

Apakah tanggungjawab Gereja di bidang Politik?


Menurut saya, tanggungjawab gereja di bidang politik dapat ditafsirkan dalam beberapa hal:
1. Kuasa Kristus nyata di bidang politik
Artinya bahwa juga di bidang politik tidak boleh ada Tuhan lain selain Allah. Karena bahaya terbesar di bidang politik adalah penyembahan berhala, mempertahankan sesuatu yang bukan Tuhan. Ideologi bisa menjadi tuhan. Pemimpin atau tokoh kharismatis bisa menjadi tuhan, atau bangsa bisa menjadi tuhan. Kita harus berani menolak dan bertanggungjawab agar hal tersebut tidak terjadi. Semua dan apa saja termasuk itu ideologi, tokoh, pemimpin dan bangsa bukanlah tuhan. Mereka harus takluk dan tunduk di bawah Tuhan yang Satu.
2. Perdamaian Kristus diwujudnyatakan di dalam kehidupan politik
Artinya semangat jiwa kasih dan pengampunan Kristus menjadi nyata. Praktek kehidupan politik amat sering menjadi sangat kejam dan keras. Pendapat dan kepentingan yang berbeda adalah musuh dan harus di tumpas. Tidak ada kawan dan musuh abadi, yang ada hanya kepentingan abadi. Ini merupakan semacam paham yang berkembang di tengah-tengah kehidupan politik. Hal ini merupakan kesalahan yang besar dalam politik. Tanggungjawab Gereja adalah tanggungjawab pendamaian. Misi politik gereja adalah misi rekonsiliasi. Menggairahkan kerukunan dan solidaritas sosial tanpa memandang perbedaan golongan, suku, aliran dan keturunan.
3. Program pembaharuan Kristus harus mendasari program-program politik
Artinya setiap proses, produk ataupun kebijakan politik didasari oleh ajaran Kristus. Keberanian untuk belajar dari kesalahan masa lalu dan kesungguhan untuk merubah diri karena di dalam kehidupan biasanya terjadi keinginan untuk mengubah tetapi enggan untuk berubah. Dunia akan berubah apabila masing-masing mampu merubah diri.

Bagaimanakah tanggungjawab Gereja di bidang Politik?
Gereja harus tanggap terhadap isu, masalah, perkembangan dan gejolak yang dihadapi jemaatnya dan juga bangsa ini. Gereja harus dapat menyerukan suara kenabiannya serta memberi kontribusi dan solusi terhadap masalah-masalah yang sedang dihadapi manusia. Gereja harus berperan menyikapi SKB Dua Menteri tentang perizinan pendirian Rumah ibadah. Ini ditandai dengan pelarangan ibadah oleh sebahagian kelompok. Akibatnya kebebasan beribadah menjadi terganggu. Selain itu gereja juga harus peka terhadap otonomi daerah. Banyak perda-perda atau kebijakan-kebijakan penguasa daerah yang diskriminatif. Masalah lain adalah kenaikan BBM yang tidak berpihak kepada rakyat, perekonomian yang belum membaik, kesejahteraan dan kemakmuran rakyat yang masih rendah dan belum merata, disintegrasi bangsa, korupsi, penegakan supremasi hukum, mutu pendidikan yang masih rendah dan lain sebagainya.

Di dalam Sidang Raya Dewan Gereja Dunia (DGD) tahun 1983 di Vancouver Canada, dengan diprakarsai oleh gereja-gereja negara-negara dunia ketiga timbul semacam teologia politik, bahwa “Gereja harus memihak dan membela golongan kaum miskin, lemah, yang tertindas serta kaum-kaum yang termarjinalkan”. Karena Yesus telah membuktikan hal tersebut (Matius, Markus, Lukas dan Yohanes). Begitu pula pada zaman nabi-nabi (Yesaya, Amos, Yeremia dan lain-lain).

Untuk melaksanakan dan mewujudkan pandangan Gereja terhadap Pemerintah dan Pemerintahan, dilaksanakan sesuai dengan Injil (Roma 13 ; Matius 22 : 15-22). Pelaksanaan tersebut diisi dengan positif, membangun, kritis dan realistis. Anggota Gereja, tokoh gereja diharapkan lebih banyak terlibat dan ikut dalam lembaga politik, baik itu eksekutif, legislatif dan yudikatif, lembaga-lembaga publik serta kelompok-kelompok studi. Setelah hal itu terwujud, gereja harus dapat memanfaatkan anggota-anggota tersebut, dengan dapat melakukan konsultasi dan bekerjasama membahas kehidupan politik yang nyata dan sesuai dengan rencana dan kehendak Allah.

Serta sebagai lembaga atau organisasi, gereja harus dapat menjadikan dirinya sebagai lembaga yang berwibawa, sehingga gereja dapat dijadikan sebagai benteng terakhir bagi jemaat didalam mencari kebenaran dan keadilan ditengah-tengah dunia ini.

Disamping penjelasan di atas ada dua catatan penting yang tidak boleh kita abaikan, yaitu:
1. Tanggungjawab penuh di dalam poltik tidak berarti kita harus menjadi lembaga-lembaga politik. Atau gereja yang dipolitisir untuk kepentingan tertentu. Orientasi seorang politikus atau tujuan akhirnya adalah kuasa. Bagi gereja yang penting bukan siapa yang memegang kuasa, tetapi bagaimana orang tersebut menjalankan kuasa. Siapapun, kalau menjalankna kuasa dengan baik harus didukung, bila buruk harus ditentang.
2. Kita hanya dapat bertanggungjawab penuh dalam politik apabila kita merasa diri sebagai bagian yang penuh dari masyarakat, bangsa dan negara. Tidak ada aspek atau hal apapun yang terlepas dari politik. Karena agama dan politik seperti “air dan beras” tidak dapat dipisahkan. Kita adalah merupakan warga Kerajaan Sorga, itu pasti. Tetapi kita hanya dapat menjadi warga Kerajaan Sorga yang baik, dengan pertama-tama menjadi warga negara yang bertanggungjawab dimana kita hidup”.

budidaya caisim hidroponik


Teknik Budidaya Sayur Caisim/Sawi Manis Secara Hidroponik

A. Media hidroponik Caisim yang baik memiliki pH yang netral atau antara 5.5 -6.5.
Selain itu media harus porous dan dapat mempertahankan kelembaban. Media yang digunakan dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan tahap pertumbuhan tanaman :
Media untuk persemaian atau pembibitan.
Untuk persemaian dapat digunkan media berupa pasir halus, arang sekam atau rockwool. Pasir halus sering digunakan karena mudah diperoleh dan harganya murah, namun kurang dapat menahan air dan tidak terdapat nutrisi di dalamnya. Media yang biasa digunakan adalah campuran arang sekam dan serbuk gergaji atau serbuk sabut kelapa.

Media untuk tanaman dewasa
Media untuk tanaman dewasa hampir sama dengan media semai, yaitu pasir agak kasar, arang sekam, rockwool dan lain-lain. Media yang ideal adalah arang sekam. Keuntungannya adalah kebersihan dan sterilitas media lebih terjamin bebas dari kotoran maupun organisme yang dapat mengganggu seperti cacing, kutu dan sebagainya yang dapt hidup dalam pasir. Media arang sekam bersifat lebih ringan namun lebih mudah hancur, penggunaannya hanya dapat untuk dua kali pemakaian. Arang sekam dapat dibeli di toko-toko pertanian atau membuat sendiri.


B. Benih
Pemilihan benih sangat penting karena produktivitas tanaman tergantung dari keunggulan benih yang dipilih. Periksa label kemasan benih, yaitu tanggal kadaluarsa, persentase tumbuh dan kemurnian benih. Pemilihan komoditas yang akan ditanam diperhitungkan masak-masak mengenai harga dan pemasarannya. Contoh sayuran eksklusif yang mempunyai nilai jual di atas rat-rata adalah tomat Recento, ketimun Jepang, Melon, parika, selada, kailan, melon dan lain-lain.





C. Peralatan Budidaya Hidroponik Caisim

Bahan dan Alat:

  • Bibit caisim
  •  Spons sesuai ukuran nampan
  •  Nampan plastik 2 buah (pendek dan tinggi)
  •  Cutter
  •  Pinset
  •  Sumpitus
  • Air
  •  Styrofoam


D.Langkah Kerja:

Bahan dan Alat:
1. Bibit caisim
2. Spons sesuai ukuran nampan
3. Nampan plastik 2 buah (pendek dan tinggi)
4. Cutter
5. Pinset
6. Sumpitus
7. Air
8. Styrofoam

Cara Membuat:
1. Siapkan media tanam dari spons. Potong spons selebar nampan. Lalu, potong lagi spons ukuran 1 x 1 cm, jangan sampai terputus.

2. Kotak spons ukuran 1 x 1 cm tadi dipotong kembali menjadi dua bagian, jangan sampai terputus. Posisikan spons di antara spons awal. Lakkan lagi, untuk arah yang berlawanan.

3. Celupkan spons tadi ke dalam air sampai gelembung udaranya keluar semua, sambil ditekan-tekan agar rata dengan papan. Jika spons masih berwarna putih, artinya masih ada rongga udara. Jika berwarna agak gelap, artinya air sudah terserap merata. Masukkan spons basah ke dalam nampan plastik pendek.

4. Untuk memulai menanam, basahi dulu sumpit dengan air atau rendam di dalam air.

5. Ambil bibit biji 3-4 buah dengan sumpit, tanam di dalam spons. Jangan simpan bibit terlampau dalam. Bibit harus terlihat dari luar. Simpan selama 3 hari.

6. Setelah 3 hari akan muncul daun yang masih muda. Lalu, jemur di bawah sinar matahari. Tunggu sampai seminggu agar siap ditanam.

7. Ambil styrofoam, lubangi sebanyak 9 buah, ukuran 10 x 10 cm, diameter 1 cm, sesuai ukuran batang tanaman.

8. Isi nampan plastik tinggi dengan air, jangan sampai penuh. pH air yang dipakai harus netral, gunakan air sumur (jangan air PAM). Lalu, letakkan styrofoam di dalam nampan.

9. Dengan pinset, ambil sayur yang sudah berusia seminggu tadi. Tanam ke lubang styrofoam dengan posisi sama datar. Jangan lupa dikontrol, terutama jika air habis atau ada hama. Setelah 25-30 hari sayuran bisa dipanen.



budidaya sayur bayam

I. UMUM
1.1. Sejarah Singkat
Bayam merupakan tanaman sayuran yang dikenal dengan nama ilmiah Amaranthus spp. Kata "amaranth" dalam bahasa Yunani berarti "everlasting" (abadi). Tanaman bayam berasal dari daerah Amerika tropik. Tanaman bayam semula dikenal sebagai tumbuhan hias. Dalam perkembangan selanjutnya. Tanaman bayam dipromosikan sebagai bahan pangan sumber protein, terutama untuk negara-negara berkembang. Diduga tanaman bayam masuk ke Indonesia pada abad XIX ketika lalu lintas perdagangan orang luar negeri masuk ke wilayah Indonesia.

1.2. Sentra Penanaman
Pusat penanaman bayam di Indonesia adalah Jawa Barat (4.273 hektar), Jawa Tengah (3.479 hektar), dan Jawa Timur (3.022 hektar). Propinsi lainnya berada pada kisaran luas panen antara 13.0 - 2.376 hektar. Di Indonesia total luas panen bayam mencapai 31.981 hektar atau menempati urutan ke-11 dari 18 jenis sayuran komersial yang dibudidayakan dan dihasilkan oleh Indonesia. Produk bayam nasional sebesar 72.369 ton atau rata-rata 22,63 kuintal per hektar.

1.3. Jenis Tanaman
Keluarga Amaranthaceae memiliki sekitar 60 genera, terbagi dalam sekitar 800 spesies bayam (Grubben, 1976). Dalam kenyataan di lapangan, penggolongan jenis bayam dibedakan atas 2 macam, yaitu bayam liar dan bayam budidaya. Bayam liar dikenal 2 jenis, yaitu bayam tanah (A. blitum L.) dan bayam berduri (A. spinosus L.). Ciri utama bayam liar adalah batangnya berwarna merah dan daunnya kaku (kasap).

Jenis bayam budidaya dibedakan 2 macam, yaitu:

1. Bayam cabut atau bayam sekul alias bayam putih (A. tricolor L.). Ciri - ciri bayam cabut adalah memiliki batang berwarna kemerah-merahan atau hijau keputih - putihan, dan memilki bunga yang keluar dari ketiak cabang. Bayam cabut yang batangnya merah disebut bayam merah, sedangkan yang batangnya putih disebut bayam putih.
2. Bayam tahun, bayam skop atau bayam kakap (A. hybridus L.). Ciri - ciri bayam ini adalah memiliki daun lebar - lebar, yang dibedakan atas 2 spesies yaitu:
1. A. hybridus caudatus L., memiliki daun agak panjang dengan ujung runcing, berwarna hijau kemerah - merahan atau merah tua, dan bunganya tersusun dalam rangkaian panjang terkumpul pada ujung batang.
2. A. hibridus paniculatus L., mempunyai dasar daun yang lebar sekali, berwarna hijau, rangkaian bunga panjang tersusun secara teratur dan besar - besar pada ketiak daun.

Varietas bayam unggul ada 7 macam yaitu; varietas Giri Hijau, Giti Merah, Maksi, Raja, Betawi, Skop, dan Hijau. Sedangkan beberapa varietas bayam cabut unggul adalah Cempaka 10 dan Cempaka 20.

1.4. Manfaat Tanaman

Bayam merupakan bahan sayuran daun yang bergizi tinggi dan digemari oleh semua lapisan masyarakat. Daun bayam dapat dibuat berbagai sayur mayur, bahkan disajikan sebagai hidangan mewah (elit). Di beberapa negara berkembang bayam dipromosikan sebagai sumber protein nabati, karena berfungsi ganda bagi pemenuhan kebutuhan gizi maupun pelayanan kesehatan masyarakat.

Manfaat lainnya adalah sebagai bahan obat tradisional, dan juga untuk kecantikan. Akar bayam merah dapat digunakan sebagai obat penyembuh sakit disentr. Daun dan bunga bayam duri berkhasiat untuk mengobati penyakit asma dan eksim. Bahkan sampai batas tertentu, bayam dapat mengatasi berbagai jenis penyakit dalam. Untuk tujuan pengobatan luar, bayam dapat dijadikan bahan kosmetik (kecantikan). Biji bayam digunakan untuk bahan makanan dan obat - obatan. Biji bayam dapat dimanfaatkan sebagai pencampur penyeling terigu dalam pembuatan roti atau dibuat bubur biji bayam. Ekstrak biji bayam berkhasiat sebagai obat keputihan dan pendarahan yang berlebihan pada wanita yang sedang haid.

II. SYARAT PERTUMBUHAN

2.1. Iklim

1. Keadaan angin yang terlalu kencang dapat merusak tanaman bayam khususnya untuk bayam yang sudah tinggi. Kencangnya angin dapat merobohkan tanaman.
2. Karena tanaman bayam cocok ditanam di dataran tinggi maka curah hujannya juga termasuk tinggi sebagai syarat pertumbuhannya. Curah hujannya bisa mencapai lebih dari 1.500 mm / tahun.
3. Tanaman bayam memerlukan cahaya matahari penuh. Kebutuhan akan sinar matahari untuk tanaman bayam cukup besar. Pada tempat yang terlindungi (ternaungi), pertumbuhan bayam menjadi kurus dan meninggi akibat kurang mendapat sinar matahari penuh.
4. Suhu udara yang sesuai untuk tanaman bayam berkisar antara 16 - 20 derajat C.
5. Kelembaban udara yang cocok untuk tanaman bayam antara 40 - 60%.

2.2. Media Tanam

1. Tanaman bayam menghendaki tanah yang gembur dan subur. Jenis tanah yang sesuai untuk tanaman bayam adalah yang penting kandungan haranya terpenuhi.
2. Tanaman bayam termasuk peka terhadap pH tanah. Bila pH tanah di atas 7 (alkalis), pertumbuhan daun-daun muda (pucuk) akan memucat putih kekuning - kuningan (klorosis). Sebaliknya pada pH di bawah 6 (asam), pertumbuhan bayam akan merana akibat kekurangan beberapa unsur. Sehingga pH tanah yang cocok adalah antara 6 - 7.
3. Tanaman bayam sangat reaktif dengan ketersediaan air di dalam tanah. Bayam termasuk tanaman yang membutuhkan air yang cukup untuk pertumbuhannnya. Bayam yang kekurangan air akan terlihat layu dan terganggu pertumbuhannya. Penanaman bayam dianjurkan pada awal musim hujan atau akhir musim kemarau.
4. Kelerengan lahan untuk budidaya tanaman bayam adalah sekitar 15 - 45 derajat.

2.3. Ketinggian Tempat
Dataran tinggi merupakan tempat yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman bayam. Ketinggian tempat yang baik yaitu ±2000 m dpl.

III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

3.1. Pembibitan

3.1.1. Persyaratan Benih
Benih / biji yang baik untuk bertanam bayam adalah dapat memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a) berasal dari induk yang sehat,
b) bebas dari hama / penyakit,
c) daya kecambah 80 prosen, dan
d) memiliki kemurnian benih yang tinggi.

Disamping persyaratan seperti yang disebutkan diatas, benih / bibit yang digunakan kalau bisa merupakan benih unggul agar nantinya tahan terhadap hama dan penyakit.

3.1.2. Penyiapan Benih
Benih Bayam sayur yang ditanam petani kebanyakan swadaya dari tanaman terdahulu yang sengaja dibiarkan tumbuh terus untuk produksi biji. Keperluan benih untuk lahan 1 hektar berkisar antara 5 - 10 kg, atau 0,5 - 1,0 gram per m2 luas lahan. Biji dipanen pada waktu musim kemarau dan hanya dipilih tandan yang sudah tua (masak). Tandan harus dijemur beberapa hari, kemudian biji dirontokkan dari tandan dan dipisahkan dari sisa - sisa tanaman. Untuk memproduksi bibit bagi satu hektar kebun yang berisi 25000 - 40000 tanaman, kemungkinan dibutuhkan sekitar 1 - 2 kg benih.

3.1.3. Teknik Penyemaian Benih
Lahan untuk pembibitan dipilih yang lebih tinggi dari sekitarnya dan bebas dari hama dan penyakit tanaman maupun gulma. Pembibitan diberi atap plastik atau atap jerami padi. Benih bayam disebar merata atau berbaris - baris pada tanah persemaian dan ditutup dengan selapis tanah tipis.

3.1.4. Pemeliharaan Pembibitan / Penyemaian
Dalam pemeliharaan benih / bibit perlu dilakukan penyiraman dengan teratur dan hati-hati. Tanah yang digunakan juga perlu dipupuk agar kesuburannya tetap terjaga. Pupuk yang digunakan sebaiknya pupuk kandang. Setelah bibit tumbuh dan ada benih yang terserang hama / penyakit maka perlu disemprot dengan pestisida dengan dosis rendah.

3.1.5. Pemindahan Bibit
Setelah bibit tumbuh berumur sekitar 7 - 14 hari, bibit dipindah-tanam ke dalam pot-pot yang terbuat daun pisang atau kantong plastik es mambo yang sebelumnya telah diisi dengan medium tumbuh campuran tanah dan pupuk organik yang halus (1:1). Bibit dalam pot disiram teratur dan setelah berumur sekitar 7 - 14 hari setelah dipotkan, bibit tersebut telah siap untuk dipindah-tanam ke lapangan.

3.2. Pengolahan Media Tanam

3.2.1. Persiapan
Sebelum pengolahan lahan dilakukan perlu diketahui terlebih dahulu pH tanah yang sesuai yaitu antara 6 - 7 sehingga perlu dilakukan pengukuran dengan menggunakan pH-meter. Selanjutnya menganalisis tanah yang cocok untuk tanaman bayam, apakah perlu dilakukan pemupukan atau tidak. Kapan tanaman akan ditanam dan sebaiknya pada awal musim hujan atau akhir musim kemarau. Berapa luas lahan yang akan ditanami dan akan melakukan sistem polikultur atau monokultur. Dan berapa banyak kebutuhan benih untuk dapat memenuhi produk bayam yang diinginkan.

3.2.2. Pembukaan Lahan
Lahan yang akan ditanami dicangkul / dibajak sedalam 30 - 40 cm, bongkah tanah dipecah gulma dan seluruh sisa tanaman diangkat dan disingkirkan lalu diratakan. Lahan kemudian dibiarkan selama beberapa waktu agar tanah matang benar.

3.2.3. Pembentukan Bedengan
Setelah tahap pencangkulan kemudian dibuat bedengan dengan lebar sekitar 120 cm atau 160 cm, tergantung jumlah populasi tanaman yang akan ditanam nanti. Dibuat parit antar bedengan selebar 20 - 30 cm, kedalaman 30 cm untuk drainase. Pada bedengan dibuat lubang - lubang tanam, jarak antar barisan 60-80 cm, jarak antar lubang (dalam barisan) 40-50 cm.

3.2.4. Pengapuran
Apabila pH tanah terlalu rendah maka diperlukan pengapuran untuk menaikkannya. Pengapuran dapat menggunakan kapur pertanian atau Calcit maupun Dolomit. Pada tipe tanah pasir sampai pasir berlempung yang pH-nya 5,5 diperlukan ± 988 kg kapur pertanian / ha untuk menaikkan pH menjadi 6,5. Kisaran kebutuhan kapur pertanian pada tanah lempung berpasir hingga liat berlempung ialah antara 1.730 - 4.493 kg / hektar. Sebaliknya, untuk menurunkan pH tanah, dapat digunakan tepung Belerang (S) atau Gipsum, biasa sekitar 6 ton / hektar. Cara pemberiannya, bahan - bahan tersebut disebar merata dan dicampur dengan tanah minimal sebulan sebelum tanam.

3.2.5. Pemupukan
Pemupukan awal menggunakan pupuk kandang yang telah masak. Waktu pemupukan dilakukan satu minggu atau dua minggu sebelum tanam. Cara pemupukan adalah dengan disebarkan merata diatas bedengan kemudian diaduk dengan tanah lapisan atas. Untuk pemupukan yang diberikan per lubanng tanam, cara pemberiannya dilakukan dengan memasukkan pupuk ke dalam lubang tanam. Dosis pemberian pupuk dasar disesuaikan dengan jenis tanaman dan keadaan lahan. Akan tetapi dosis untuk pupuk kandang sekitar 10 ton per hektar. Pemupukan per lubang tanam biasanya diperlukan sekitar 1 - 2 kg per lubang tanam.

3.2.6. Pemberian Mulsa
Untuk memperoleh hasil produksi yang berkualitas baik maka di dalam penanaman perlu dipasang palstik perak-hitam sebagai mulsa. Dengan penggunaan plastik ini dapat mengurangi serangan hama dan penyakit termasuk gangguan gulma dan lainnya.

3.3. Teknik Penanaman

3.3.1. Penentuan Pola Tanam
Jarak tanam untuk tanaman bayam adalah antara 60 cm x 50 cm atau 80 cm x 40 cm. Jarak tanam tersebut dapat divariasikan sesuai dengan tingkat kesuburan tanah dan jenis bayam sehingga populasi tanaman per hektar berkisar antara 30.000 - 60.000 tanaman. Pola tanam untuk bayam cabut adalah monokultur. Dalam satu hamparan lahan biasanya ditanam berbagai jenis tanaman dengan pola mosaik (perca), yaitu berbagai tanaman ditanam monokultur pada petak - petak tersendiri. Tanaman lainnya tadi antara lain seperti kakngkung (darat), selada, lobak, paria, kemangi dan sayuran lalapan lainnya.

3.3.2. Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam dapat dibuat dengan menggunakan alat kayu dengan cara di pukul-pukul sehingga membentuk lubang. Jarak antara barisan adalah 60 - 80 cm dan jarak antar lubang (antar barisan) 40 - 50 cm.

3.3.3. Cara Penanaman
Penanaman dapat langsung di lapangan tanpa penyemaian atau dengan penyemaian terlebih dahulu. Apabila tanpa penyemaian maka biji bayam dicampur abu disebarkan langsung di atas bedengan menurut barisan pada jarak antar barisan 20 cm dan arahnya membujur dari Barat ke Timur. Setelah disebarkan benih segera ditutup dengan tanah halus dan disiram hingga cukup basah. Waktu penanaman paling baik adalah pada awal musim hujan. Dengan penyemaian maka tanaman dapat tumbuh dengan lebih baik karena benih diperoleh dengan cara seleksi untuk ditanam.

3.4. Pemeliharaan Tanaman

3.4.1. Penjarangan dan Penyulaman
Apabila sewaktu menyebar benih secara langsung di lapangan tidak merata maka akan terjadi pertumbuhan yang mengelompok (rapat) sehingga pertumbuhannya terhambat karena saling bersaing satu sama lain. Oleh karena itu perlu dilakukan penjarangan sekaligus sebagai panen pertama. Apabila tanaman bayam dihasilkan dari benih yang disemai maka setelah penanaman di lapangan ada yang mati / terserang penyakit, maka perlu dilakukan penyulaman dengan mengganti tanaman dengan yang baru. Caranya dengan mencabut dan apabila terserang penyakit segera dimusnahkan agar tidak menular ke tanaman lainnya. Penyulaman dapat dilakukan seminggu setelah tanam.

3.4.2. Penyiangan
Penyiangan dilakukan apabila muncul gulma tanaman Gelang (Portulaca oleracea) dan rumput liar lainnya. Kehadiran gulma gelang dapat menurunkan produksi bayam antara 30 - 65%. Penyiangan dilakukan bersamaan dengan penggemburan tanah. Alat yang digunakan dalam penyiangan dapat berupa cangkul kecil atau sabit. Caranya dengan dicangkul untuk mencabut gulma atau langsung dicabut dengan tangan. Disamping itu pencangkulan dilakukan untuk menggemburkan tanah.

3.4.3. Pembubunan
Proses pembubunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan.

3.4.4. Perempalan
Apabila perawakan tanaman terlalu subur, mungkin perlu dilakukan perempalan tunas - tunas liar dan pemasangan ajir / turus untuk memperkuat tegaknya tanaman agar tidak rebah.

3.4.5. Pemupukan
Pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk organik, untuk tiap lubang calon tanaman sekitar 0,4 - 0,8 kg. Dengan demikian kuantum pupuk organik akan berkisar 15 - 30 ton. Untuk pertanaman di dataran rendah bekas sawah, pupuk organik tidak diberikan, tinggi bedengan perlu ditambah dan dalamnya parit antar bedengan perlu diperdalam. Pupuk organik yang diberikan adalah pupuk N (Urea sekitar 250 kg / ha atau ZA 500 kg / ha) cara dilarutkan dalam air ± 25 gram / 10 liter air, TSP 300 kg / ha dan KCl 200 kg/ha. N diberikan dua kali, setengah takaran pada waktu tanam dan yang setengahnya lagi pada umur 30 hari setelah tanam. Apabila ternyata nanti pertumbuhan tanaman kurang subur, dapat dipertimbangkan untuk memberi pupuk N susulan dengan takaran sekitar 125 kg / ha, interval sekitar 30 hari dan dihentikan 30 hari sebelum panen. Pupuk P diberikan sekali pada waktu tanam, sedangkan pupuk K diberikan dua kali, setengah takaran pada waktu tanam dan setengah lagi pada umur 30 hari setelah tanam.

3.4.6. Pengairan dan Penyiraman
Pada fase awal pertumbuhan, sebaiknya penyiraman dilakukan rutin dan intensif 1 - 2 kali sehari, terutama di musim kemarau. Waktu yang paling baik untuk menyiram tanaman bayam adalah pagi atau sore hari, dengan menggunakan alat bantu gembor (emrat) agar air siramannya merata.

3.4.7. Waktu Penyemprotan Pestisida
Jenis pestisida yang digunakan untuk tanaman bayam adalah Dithane M - 45 dengan dosis 1,5 - 2 gram / liter air, Ambush 2 EC atau Lannate 2 EC dengan konsentrasi 2 gram per liter air. Penyemprotan dilakukan dengan menggunakan alat penyemprot berupa tangki sprayer. Cara penyemprotan yaitu jangan dilakukan ketika angin bertiup kencang dan jangan menentang arah datangnya angin. Jangan melakukan penyemprotan pada saat akan hujan dan sebaiknya dicampurkan bahan perekat. Waktu penyemprotan dilakukan pada pagi hari benar atau sore hari ketika udara masih tenang. Hal tersebut untuk menghindari matinya lebah atau serangga lainnya yang menguntungkan.

3.5. Hama dan Penyakit

3.5.1. Hama

1. Serangga ulat daun (Spodoptera Plusia Hymenia)
Gejala: daun berlubang - lubang. Pengendalian: pestisida / cukup dengan menggoyangkan tanaman.

2. Serangga kutu daun (Myzus persicae Thrips sp.)
Gejala: daun rusak, berlubang dan layu. Pengendalian: pestisida / cukup dengan menggoyangkan tanaman.

3. Serangga tungau (Polyphagotarsonemus latus)
Gejala: daun rusak, berlubang dan layu. Pengendalian: pestisida / cukup dengan menggoyangkan tanaman.

4. Serangga lalat (Liriomyza sp.)
Gejala: daun rusak, berlubang dan layu. Pengendalian: pestisida / cukup dengan menggoyangkan tanaman.

3.5.2. Penyakit

1. Rebah kecambah
Penyebab: cendawan Phytium sp. Gejala: menginfeksi batang daun maupun batang daun. Pengendalian: Fungisida

2. Busuk basah
Penyebab: cendawan Rhizoctonia sp. Gejala: adanya bercak - bercak putih. Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit rebah kecambah.

3. Karat putih
Penyebab: cendawan Choanephora sp. Gejala: menginfeksi batang daun dan daunnya. Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit rebah kecambah.

3.5.3. Gulma

Jenis gulma: rumput - rumputan, alang-alang. Ciri - ciri: tumbuh mengganggu tanaman budidaya. Gejala: lahan banyak ditumbuhi pemila liar. Pencegahan: herbisida

3.6. Panen

3.6.1. Ciri dan Umur Panen
Ciri-ciri bayam cabut siap panen adalah umur tanaman antara 25 - 35 hari setelah tanam. Tinggi tanaman antara 15 - 20 cm dan belum berbunga. Waktu panen yang paling baik adalah pagi atau sore hari, saat suhu udara tidak terlalu tinggi.

3.6.2. Cara Panen
Cara panennya adalah dengan mencabut seluruh bagian tanaman dengan memilih tanaman yang sudah optimal. Tanaman yang masih kecil diberi kesempatan untuk tumbuh membesar, sehingga panen bayam identik dengan penjarangan.

3.6.3. Periode Panen
Panen pertama dilakukan mulai umur 25 - 30 hari setelah tanam, kemudian panen berikutnya adalah 3-5 hari sekali. Tanaman yang sudah berumur 35 hari harus dipanen seluruhnya, karena bila melampaui umur tersebut kualitasnya menurun atau rendah; daun - daunnya menjadi kasar dan tanaman telah berbunga.

3.6.4. Prakiraan Produksi
Produksi bayam per hektar dapat mencapai sekitar 22.630 kg.

3.7. Pascapanen

3.7.1. Pengumpulan
Pengumpulan dilakukan setelah panen dengan cara meletakkan di suatu tempat yang teduh agar tidak terkena sinar matahari langsung, karena dapat membuat daun layu.

3.7.2. Penyortiran dan Penggolongan
Penyortiran dilakukan dengan memisahkan bayam yang busuk dan rusak dengan bayam yang baik dan segar. Disamping itu juga penggolongan terhadap bayam yang daunnya besar dan yang daunnya kecil. Setelah itu diikat besar - besar maupun langsung degan ukuran ibu jari.

3.7.3. Penyimpanan
Penyimpanan untuk menjaga kesegaran bayam dapat diperpanjang dari 12 jam tempat terbuka (suhu kamar) menjadi 12 - 14 hari dengan perlakuan suhu dingin mendekati 0 derajat C, misalnya dengan remukan es.

3.7.4. Pengemasan dan Pengangkutan
Pengemasan (pewadahan) dalam telombong atau dedaunan yang digulungkan menyelimuti seluruh bagian bayam, sehingga terhindar dari pengaruh langsung sinar matahari. Pengangkutan ke pasar dengan cara dipikul maupun angkutan lainnya, seperti mobil atau gerobak.

3.7.5. Pencucian
Pencucian hasil panen pada air yang mengalir dan bersih, atau air yang disemprotkan melalui selang maupun pancuran.

3.7.6. Penanganan Lain
Bayam dapat diolah menjadi berbagai jenis masakan. Sewaktu memasak bayam ialah tidak boleh terlalu lama. Bayam cukup hanya direbus selama ± 5 menit. Memasak bayam terlalu lama akan menyebabkan daun-daunnya menjadi hancur (lonyoh), rasanya tidak enak, dan kandungan vitamin C-nya menguap (menghilang).

Sabtu, 26 Mei 2012

laporan akhir praktikum mekanisasi pertanian


LAPORAN PRAKTIKUM
MEKANISASI PERTANIAN


Disusun oleh:

ARI LUBERIUS
1006134195


LABORATORIUM TEKNIK PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2012




KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan Karunia nya lah sehingga kita masih diberikan nikmat berupa kesehatan dan kesempatan khususnya kepada penulis pribadi, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan praktikum Mekanisasi Pertanian ini, Semoga apa yang diberikan dapat berguna dalam menentukan penulis ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi nanti.
Di samping itu juga, penulis menyadari dengan sepenuh hati bahwa dalam penulisan laporan praktikum ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang bersifat membangun sangat diharapkan guna penyempurnaan laporan – laporan praktikum kedepannya.
Akhir kata, penulis mohon maaf apabila ada kata – kata yang tak berkenang hati. Karena seperti kata pepatah: ‘’ tak ada gading yang tak retak, tak ada mawar yang tak berduri, dan tak ada manusia yang tak luput dari kesalahan’’. Harapannya, semoga dengan adanya laporan ini dapat bermanfaaat bagi semua orang, terutama penulis. Sekian dan terima kasih.



Pekanbaru, April 2012


Penulis




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................. i
DAFTAR GAMBAR................................................................................................ ii
DAFTAR TABEL..................................................................................................... iii
DAFTAR NOTASI................................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang......................................................................................... 1
            1.2 Tujuan Praktikum..................................................................................... 1
1.3 Manfaat Praktikum.................................................................................. 2
BAB II TEORI DASAR
            2.1 Defenisi Traktor Roda dua...................................................................... 3
                        2.1.1 Ukuran Traktor dua roda menurut Kapasitas........................... 4
                        2.1.2 Jenis Pekerjaan Yang Dilakukan Traktor Dua Roda................ 4
                        2.1.3 Komponen Utama Traktor Dua Roda...................................... 5
                        2.1.4 Jenis-Jenis Alat Bantu Pada Taktor Dua Roda......................... 6
            2.2 Defenisi Traktor Empat Roda.................................................................. 9
                        2.2.1 Ukuran Traktor Empat Roda Menurut Kapasitas..................... 9
                        2.2.2 Jenis Pekerjaan Yang Dilakukan Traktor Empat Roda............. 10
                        2.2.3 Komponen Utama Traktor Empat Roda................................... 11
                        2.2.4 Jenis-Jenis Alat Bantu Pada Traktor Empat Roda.................... 11
             2.3 Motor Bakar............................................................................................ 15
                        2.3.1 Motor 2 Tak.............................................................................. 15
                        2.3.2 Motor 4 Tak.............................................................................. 16
                        2.3.3 Motor Diesel............................................................................. 17
                        2.3.4 Motor Bensin............................................................................ 18
            2.4 Oil Pelumas.............................................................................................. 19
            2.5 Maintanance/Perawatan Traktor Roda 2 dan roda 4............................... 20
            2.6 Macam-Macam Pola Bajak...................................................................... 22
            2.7 Elemen Dasar Traktor.............................................................................. 24
            2.8 Defenisi Alat Penyemprot....................................................................... 25
                        2.8.1 Jenis-Jenis Alat Penyemprot..................................................... 27
                        2.8.2 Jenis-Jenis Nozel dan Kegunaannya......................................... 29

BAB III Alat dan Bahan
          3.1 Alat............................................................................................................ 31
                        3.1.1 Bajak Singkal............................................................................ 31
                        3.1.2 Bajak Rotary............................................................................. 32
                        3.1.3 Stopwatch................................................................................. 34
                        3.1.4 Meteran..................................................................................... 35
                        3.1.5 Gelas Ukur................................................................................ 35
                        3.1.6 Cangkul..................................................................................... 36
                        3.1.7 Patok......................................................................................... 36
                        3.1.8 Lahan........................................................................................ 36
          3.2 Bahan......................................................................................................... 37
                        3.2.1 Varietas Tanaman Semangka.................................................... 37
                        3.2.2 Pupuk Kandang........................................................................ 37
                        3.2.3 Pupuk NPK............................................................................... 37
BAB IV  Prosedur Kerja
           4.1 Prosedur Umum........................................................................................ 38
                        4.1.1 Cara Menghidupkan Traktor 2 Roda........................................ 38
                        4.1.2 Cara Menghidupkan Traktor 4 Roda........................................ 39
                        4.1.3 Cara Mematikan Traktor 2 Roda.............................................. 39
                        4.1.4 Cara Mematikan Traktor 4 Roda.............................................. 40
                        4.1.5 Cara Mengoperasikan Traktor 2 Roda...................................... 40
                        4.1.6 Cara Mengoperasikan Traktor 4 Roda...................................... 41
            4.2 Proses Bajak Singkal Traktor 2 Roda...................................................... 43
                        4.2.1 Proses Bajak Rotary Traktor 2 Roda........................................ 43
            4.3 Proses Bajak Singkal Traktor 4 Roda...................................................... 44
            4.4 Proses Pembuatan Bedengan................................................................... 44
            4.5 Penanaman Jagung................................................................................... 44
BAB V Hasil dan Pembahasan
            5.1 Traktor 2 Roda......................................................................................... 45
                        5.1.1 Kapasitas Lapangan Teoritis (KLT).......................................... 45
                        5.1.2 Kapasitas Lapangan Efektif (KLE).......................................... 46
                        5.1.3 Efisiensi Lapangan (%)............................................................. 46
                        5.1.4 Bahan Bakar Terpakai (L/Ha)................................................... 46
                        5.1.5 Slip Roda Traksi (%)................................................................. 47
            5.2 Traktor 4 Roda......................................................................................... 50
                        5.2.1 Kapasitas Lapangan Teoritis (KLT).......................................... 50
                        5.2.2 Kapasitas Lapangan Efektif (KLE).......................................... 50
                        5.2.3 Efisiensi Lapangan (%)............................................................. 50
                        5.2.4 Bahan Bakar Terpakai (%)........................................................ 51
            5.3 Penanaman Komoditi Jagung.................................................................. 51
BAB VI PENUTUP
            6.1 Kesimpulan.............................................................................................. 54
            6.2 Saran........................................................................................................ 54
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN




BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Perkembangan zaman dengan meningkatnya ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki dampak yang luar biasa terhadap kehidupan manusia. Manusia sebagai makhluk yang memiliki potensi untuk berfikir akan selalu mengembangkan sesuatu hal agar menjadikan kehidupannya menjadi lebih baik. Oleh karena itu, proses perubahan akan terus berjalan.
Penggunaan alat dan mesin pertanian sudah sejak lama digunakan dan perkembangannya mengikuti dengan perkembangan kebudayaan manusia. Pada awalnya alat dan mesin pertanian masih sederhana dan terbuat dari batu atau kayu kemudian berkembang menjadi bahan logam. Susunan alat ini mula-mula sederhana, kemudian sampai ditemukannya alat mesin pertanian yang komplek. Dengan dikembangkannya pemanfaatan sumber daya alam dengan motor secara langsung mempengaruhi perkembangan dari alat mesin pertanian.
Sesuai dengan defenisi dari mekanisasi pertanian (agriculture mechanization), maka penggunaan alat mekanisasi pertanian adalah untuk meningkatkan daya kerja manusia dalam proses produksi pertanian dan dalam setiap tahapan dari proses produksi tersebut selalu memerlukan alat mesin pertanian.
Setiap perubahan usaha tani melalui mekanisasi didasari tujuan tertentu yang membuat perubahan tersebut bisa dimengerti, logis, dan dapat diterima. Diharapkan perubahan suatu sistem akan menghasilkan sesuatu yang menguntungkan dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Secara umum, tujuan mekanisasi pertanian adalah :
a. mengurangi kejerihan kerja dan meningkatkan efisiensi tenaga manusia
b. mengurangi kerusakan produksi pertanian
c. menurunkan ongkos produksi
d. menjamin kenaikan kualitas dan kuantitas produksi
e. meningkatkan taraf hidup petani
f. memungkinkan pertumbuhan ekonomi subsisten (tipe pertanian kebutuhan keluarga) menjadi tipe pertanian komersil (comercial farming)


1.2  Tujuan
Praktikum ini bertujuan agar kita dapat
·         Mengetahui jenis-jenis alat dan mesin pertanian
·         Dapat mengoprasikan alat dan mesin pertanian dengan baik dan benar
·         Dapat menghitung efektifitas penggunaan peralatan dan mesin pertanian
·         Dapat melakukan cara budidaya tanaman jagung


1.3  Manfaat
  • Agar mahasiswa mengenal jenis-jenis alat dan mesin pertanian,
Traktor roda dua maupun traktor roda empat
  • Agar mahasiswa mampu mengoperasikan alat maupun mesin pertanian denan baik,aman dan benar
  • Agar mahasiswa dapat menghitung efektifitas penggunaan peralatan dan mesin pertanian
  • Agar mahasiswa Dapat melakukan cara budidaya tanaman jagung
















BAB 2
TEORI DASAR

2.1 Defenisi Traktor Dua Roda 
            Traktor roda-2 merupakan alat pengolah tanah utama saat ini. Hal ini mengingat ternak kerja sudah sangat berkurang. Sekarang memelihara ternak kerbau/sapi untuk digemukkan ataupun diperah susunya. Traktor roda-2 ini digunakan untuk mengolah tanah sehingga siap
Untuk ditanami.Traktor roda dua dilihat dari penghubungan dengan perlengkapannya terdiri dari dua tipe yaitu tipe hitch  (gambar traktor roda-2 diatas) dan tipe rotary (gambar disamping) Pada tipe rotary apabila unit rotarynya dilepas maka dapat dipasangi hitch untuk menarik peralatan. Peralatan yang dapat dipasang pada hitch adalah bajak singkal, bajak parabola, garu, gelebek, ridger.
Bajak singkal dan bajak parabola berfungsi untuk memotong, membalikkan, pemecahan tanah serta pembenaman sisa-sisa tanaman kedalam tanah, dan digunakan untuk tahapan kegiatan pengolahan tanah pertama. Garu berfungsi untuk menghacurkan bongkahan-bongkahan tanah hasil pembajakan. Sedangkan gelebeg berfungsi untuk meratakan lahan setelah dilakukan penggaruan.
Untuk pengolahan lahan dengan rotary, tanah dibalik, dihancurkan/dicacah oleh pisau-pisau rotary. Dengan rotary dihasilkan lahan yang siap tanam.

Gambar 1. Traktor roda dua
Keterangan gambar:

1) Lamp
2) Engine
3) Clutch
4) Gearbox
5) Handlebar
6) Speed-changing
7) Clutch-brake handle
8) Throttle control handle
9) Steering hand grip
10) Traction adapter
11) Driving wheel
12) Frame


  2.1.1 Ukuran Traktor Dua Roda Menurut Kapasitas
Berdasarkan besarnya daya motor, traktor tangan dapat dibagi
menjadi tiga jenis, yaitu :
1. Traktor tangan berukuran kecil, tenaga penggeraknya kurang dari 5 hp.
2. Traktor tangan berukuran sedang, tenaga penggeraknya antara 5 - 7 hp.
3. Traktor tangan berukuran besar, tenaga penggeraknya antara 7–12 hp.

     2.1.2 Jenis Pekerjaan Yang Bisa Dilakukan Traktor Dua Roda
Jenis pekerjaan yang bisa dilakukan oleh traktor roda dua atau traktor tangan ini adalah dapat mengolah tanah yang gembur dan dengan kelembaban tertentu, dan disesuaikan dengan kekuatan traktor tersebut. Oleh karena itu traktor roda duaini dapat dioperasikan pada lahan yang lembab atau basah dan tidak terlalau kering
     2.1.2 Komponen Utama Traktor Dua Roda
Bagian-bagian utama traktor tangan dapat dikelompokkan menjadi 3
kelompok, yaitu:
  1. Tenaga penggerak motor.
  2. Kerangka dan transmisi (penerus tenaga).
  3. Tuas kendali.
1.         Tenaga penggerak motor.
     Jenis tenaga penggerak yang sering dipakai adalah motor diesel, tetapi ada juga yang menggunakan motor bensin atau minyak tanah (kerosin). Daya yang dihasilkan kurang dari 12 Hp, dengan menggunakan satu silinder. Motor penggerak dipasang pada kerangka dengan empat buah baut pengencang. Lubang baut pada kerangka dibuat memanjang agar posisi motor dapat digerakkan maju mundur. Tujuannya untuk memperoleh keseimbangan traktor dan untuk menyesuaikan ukuran v-belt yang digunakan. Traktor akan lebih berat ke depan apabila posisi motor digeser maju, begitu juga sebaliknya. Untuk menghidupkan motor diesel digunakan engkol, sedangkan untuk motor bensin dan minyak tanah
menggunakan tali starter.
Sebagian besar traktor menggunakan motor diesel. Penggunaan motordiesel umumnya lebih murah baik pada saat pengoperasiannya maupun perawatannya. Motor diesel lebih awet dibanding motor jenis lain, asal
perawatannya dilakukan dengan baik dan benar sejak awal.

2.         Kerangka dan transmisi (penerus tenaga)
Kerangka berfungsi sebagai tempat kedudukan motor penggerak, transmisi dan bagian traktor lainnya. Bagian traktor dikaitkan dengan kerangka dengan menggunakan beberapa buah baut pengencang.  Transmisi berfungsi memindahkan tenaga/putaran dari motor penggerak ke alat lain yang bergerak. Jenis transmisi yang digunakan ada beberapa macam, seperti : pully, belt, kopling, gigi persneleng, rantai dan sebagainya. Tenaga dari motor berupa putaran poros disalurkan melalui pully dan vbelt ke kopling utama. Kopling utama meneruskan tenaga tersebut ke gigi persneleng untuk menggerakkan poros roda dan poros PTO. Selain untuk menyalurkan tenaga, gigi persneleng juga berfungsi sebagai pengatur kecepatan putaran poros roda dan poros PTO. Dari PTO tenaga dasalurkan lewat gigi dan rantai ke mesin rotary.
 Kopling utama dioperasikan dari tuas kopling utama. Bila tuas ditarik ke posisi netral, maka tenaga motor tidak disalurkan ke gigi persneleng. Akibatnya traktor akan berhenti, meskipun kondisi motor penggerak dihidupkan.
Di samping kopling utama, ada dua kopling kemudi. Kopling kemudi terletak di bawah gigi persneleng, di pangkal poros kedua roda. Kopling kemudi dioperasikan melalui tuas kemudi kanan dan kiri. Apabila kopling kemudi kanan ditekan, maka putaran gigi persneleng tidak tersambung dengan poros roda kanan. Sehingga roda kanan akan berhenti, dan traktor akan berbelok ke kiri. Begitu juga sebaliknya apabila kopling kiri ditekan.
Sebuah traktor tangan dapat bergerak maju-mundur dengan kecepatan tertentu karena putaran poros motor penggerak disalurkan sampai ke roda. Ada tiga jenis roda yang digunakan pada traktor tangan, yaitu; roda ban, roda besi, roda apung (roda sangkar/cage wheell). Roda ban berfungsi untuk transportasi.dan mengolah tanah kering. Bentuk permukaan roda ban beralur agak dalam untuk mencegah slip. Roda ban dapat meredam getaran, sehingga tidak merusak jalan. Roda besi digunakan untuk pembajakan di lahan kering. Sirip pada roda besi akan menancap ke tanah, sehingga akan mengurangi terjadinya slip pada saat menarik beban berat. Roda apung digunakan pada saat pengolahan tanah basah. Roda apung ini ada yang lebar, ada juga yang diameternya besar, sehingga dapat menahan beban traktor agar tidak tenggelam dalam lumpur. Ukuran roda disesuaikan dengan spesifikasi traktor. Besar kecilnya roda akan berpengaruh terhadap lajunya traktor.
Setiap traktor tangan biasanya dilengkapi dengan standar depan dan standar samping. Standar samping khusus digunakan untuk pemasangan roda. Pemasangan roda dilakukan satu persatu. Pelepasan roda dari poros dilakukan dengan cara melepas mur-baut dan atau pena penyambung.  Setelah roda dilepas, baru dipasang roda pengganti yang sesuai. Pemasangan roda ini tidak boleh terbalik. Untuk roda ban, pada sisi atas ban, arah panah harus ke depan. Untuk roda besi, sisi roda bawah harus menancap ke tanah. Untuk roda apung, sisi roda bawah tidak boleh menancap ke tanah. Sehingga pemasangan roda tidak boleh terbalik antara roda kiri dan kanan.
Poros roda traktor biasanya cukup panjang dan dilengkapi dengan beberapa lubang. Poros yang panjang ini dimaksudkan untuk menyesuaikan lebar olah implemen. Pemasangan roda yang cukup lebar juga akan menjaga keseimbangan traktor, terutama apabila digunakan pada lahan yang miring.  Sedang lubang yang ada di poros digunakan untuk tempat pena, sehingga menjamin roda tidak akan slip atau lepas pada saat pengoperasian.
3.         Tuas kendali/kontrol
Tuas kendali adalah tuas-tuas yang digunakan untuk mengendalikan jalannya traktor. Untuk mempermudah jalannya operasional, traktor tangan ada banyak tuas kendali. Namun begitu banyaknya tuas kendali ini akan mengakibatkan traktor menjadi lebih berat, dan harganya lebih mahal. Untuk itu sekarang banyak diproduksi traktor yang hanya dilengkapi dengan beberap tuas kendali. Tujuannya agar traktor menjadi ringan, dan harganya menjadi lebih murah. Meskipun kemampuan traktor menjadi terbatas.

Tuas kendali yang sering ada pada traktor tangan adalah sebagai berikut:
  1. Tuas persneleng utama
Tuas persneleng utama berfungsi untuk memindah susunan gigi pada persneleng, sehingga perbandingan kecepatan putar poros motor penggerak dan poros roda dapat diatur.Traktor tangan yang lengkap biasanya mempunyai 6 kecepatan maju dan 2 kecepatan mundur. Kecepatan ini dapat dipilih sesuai dengan jenis pekerjaan yang sedang dilaksanakan. Sebagai patokan awal dapat digunakan sebagai berikut:
·         Kecepatan satu untuk membajak tanah dengan mesin rotary
·         Kecepatan dua untuk membajak tanah dengan bajak singkal/piringan
·         Kecepatan tiga untuk membajak tanah sawah yang tergenang
·         Kecepatan empat untuk berjalan di jalan biasa
·         Kecepatan lima dan enam untuk menarik trailer/gerobak
·         Mundur satu digunakan pada saat operator berjalan
·         Mundur dua digunakan pada saat operator naik di trailer/gerobak
  1. Tuas persneleng cepat lambat
Tuas ini tidak selalu ada. Apabila tuas persneleng utama hanya terdiri dari 3 kecepatan maju dan 1 kecepatan mundur, biasanya traktor tangan dilengkapi dengan tuas persneleng cepat lambat. Fungsi perneleng ini untuk memisahkan antara pekerjaan mengolah tanah dengan pekerjaan transportasi (berjalan dan menarik trailer/gerobak).
  1. Tuas kopling utama
Tuas kopling utama berfungsi untuk mengoperasikan kopling utama. Bila tuas dilepas pada posisi pasang/ON, maka tenaga motor akan tersambung ke gigi persneleng. Sebaliknya apabila ditarik ke posisi  netral/bebas/OFF, maka tenaga motor tidak disalurkan ke gigi  persneleng. Apabila ditarik lagi maka tuas kopling utama akan tersambung dengan rem yang berada pada rumah kopling utama.
  1. Tuas persneleng mesin rotary
Tuas persneleng mesin rotary berfungsi sebagai pengatur kecepatan putar poros PTO. Biasanya ada dua macam kecepatan dan satu netral. Apabila hasil pengolahan yang diharapkan halus dan gembur, maka tempatkan posisi tuas persneleng mesin rotary pada posisi cepat. Begitu juga sebaliknya. (Kecepatan putar pisau rotary dapat juga diatur dari posisi pemasangan rantai penghubung)


  1. Tuas persneleng kemudi
Ada dua buah tuas kopling kemudi pada setiap traktor tangan, masing-masing ada di sebelah kanan dan kiri. Tuas ini digunakan untuk mengoperasikan kopling kemudi (kanan dan kiri). Apabila tuas kopling kemudi kanan ditekan, maka putaran gigi persneleng tidak tersambung dengan poros roda kanan. Sehingga roda kanan akan berhenti, dan traktor akan berbelok ke kiri. Begitu juga sebaliknya apabila kopling kiri ditekan.
  1. Stang kemudi dan kemudi pembantu
Stang kemudi merupakan bagian traktor yang digunakan untuk berpegangnya operator. Stang kemudi digunakan untuk membantu membelokan raktor. Meskipun sudah ada tuas kopling kemudi, namun agar berbeloknya traktor dapat lebih tajam, perlu dibantu dengan stang kemudi. Stang kemudi juga digunakan untuk mengangkat implemen pada saat pengoperasian. Kemudi pembantu digunakan untuk tempat bertumpu bahu operator. Maksudnya agar menambah beban bagian belakang traktor, sehingga hasil pengolahan tanah bisa lebih dalam
  1. Tuas gas
Tuas gas traktor dihubungkan dengan tuas gas pada motor penggerak. Tuas ini digunakan untuk mengubah kecepatan putaran poros motor penggerak yang sesuai dengan tenaga yang dibutuhkan. Tuas ini juga berfungsi untuk mematikan motor traktor, apabila posisinya ditempatkan pada posisi “STOP”.
  1. Tombol lampu dan bel
Kadang-kadang traktor digunakan pada waktu malam hari, sehingga diperlukan penerangan. Tombol bel diperlukan apabila traktor dijalankan di jalan raya. Dengan adanya tombol lampu dan bel ini, motor traktor harus dilengkapi dengan kumparan sebagai sumber arus listrik.
  1. Tuas penyangga depan
Tuas ini dihubungkan dengan penyangga depan. Tuas ini akan menggerakkan penyangga depan. Apabila tuas didorong akan mendorong penyangga depan turun untuk menyangga traktor. Traktor tangan hanya mempunyai dua roda. Apabila traktor dalam keadaan berhenti (ditinggal operator),maka untuk menegakkan traktor diperlukan penyangga.
              2.2 Definisi Traktor roda empat
Traktor roda empat adalah mesin berdaya gerak sendiri berupa motor diesel beroda empat (ban karet atau ditambah roda sangkar yang terbuat dari baja) mempunyai tiga titik gandeng yang berfungsi untuk menarik, menggerakan mengangkat, mendorong alat dan mesin pertanian dan juga sebagai sumber daya gerak.
Traktor roda empat mempunyai kisaran daya motor penggerak yang besar. Traktor yang biasa digunakan di taman/kebun mempunyai daya sekitar 11 kW (15 hp). Traktor ini di pasaran biasa disebut traktor mini atau traktor kebun. Traktor raksasa yang biasa digunakan di perkebunan yang luas mempunyai daya sampai 150 kW (200 hp). Namun begitu, biasanya traktor roda empat yang biasa digunakan mempunyai daya antara 30 – 60 kW (40 - 80 hp).


2.2.1 Ukuran Traktor Roda Empat Menurut Kapasitas
Berdasarkan jenis roda dan kecepatannya traktor roda empat  dapat digolongkan menjadi:
  1. Traktor satu gardan (two wheel-drive tractor/rowcrotractor)
Traktor satu gardan banyak digunakan di perkebunan kecil yang membudidayakan tanaman larikan seperti; kentang kobis. Traktor ini mempunyai sudut putar yang kecil, lebar roda tipis dan jarak antar roda kiri dan kanan dapat diatur. Umumnya daya yang digunakan tidak terlalu besar atau , sekitar 22 – 33 kw (30 – 45 hp).
  1. Traktor beroda track
Traktor beroda track banyak digunakan di perkebunan yang luas atau di perkebunan yang masih baru, yang lahannya belum tertata. Daya penggerak yang biasa digunakan antara 52 – 110 kW (70 – 150 hp). Traktor ini tidak bias digunakan di jalan raya, hanya digunakan pada kebun yang satu e kebun yang ain. Kecepatan jalannya rendah, namun mempunyai daya tarik yang tinggi dan dapat digunakan pada kondisi ahan yang berat. Karena lebar rodanya besar maka daya tumpu ke tanah menjadi kecil, sehingga traktor ini dapat digunakan pada lahan yang lembek tanpa takut tenggelam.


  1. Traktor dobel gardan (two wheel-drive tractor)
Dibanding dengan traktor satu gardan, traktor dobel gardan mempunyai daya tarik yang lebih besar. Karena masih menggunaka roda ban, traktor ini masih dapat berjalan di jalan raya. Maka banyak pemilik perkebunan memilih traktor jenis ini.
Ada dua tipe dari traktor dobel gardan,
  1. Traktor dengan roda depan lebih kecil dari roda belakang, daya yang digunakan antara 33 – 67 kW (45 – 90 hp)
  2. Traktor dengan roda depan sama besar dengan roda belakang, daya yang digunakan antara 75 – 150 kw (100 – 200 hp)
       

    2.2.2 Jenis Pekerjaan Yang Bisa Dilakukan Traktor Empat Roda
 traktor roda empat yang dipergunakan di Asia Tenggara memiliki tenaga 12hp hingga 80hp, sebagian berpenggerak dua-roda (two-wheel drive), dan beberapa berpenggerak empat-roda (four-wheel drive). Traktor roda empat banyak dipergunakan di lahan perkebunan, dan di beberapa negara sudah dipergunakan di lahan sawah.
Dalam memilih jenis dan ukuran traktor, hal-hal berikut harus benar-benar diperhatikan:
·         Pekerjaan apa yang ingin dilakukan, dan implemen apa yang akan dipergunakan
·         Jenis-jenis lahan yang harus dipertimbangkan antara lain: lahan kering (upland field), lahan sawah, hutan, padang rumput, semak-semak, dll.
·         Jam kerja pertahun
·         Luas lahan yang akan digarap, jarak antara petak lahan, frekuensi pindah dari satu petak ke petak lainnya, kondisi kerja dan pindah, kemiringan lahan, dll

Sebagai contoh, sebaiknya dipergunakan traktor yang besar bila lahannya luas dengan ukuran petak lahan yang akan diolah besar, dan waktu kerja per tahun juga besar. Namun demikian, akan lebih efektif menggunakan traktor lebih kecil bila ukuran petak lahannya kecil. Traktor ukuran kecil juga lebih baik dipergunakan untuk lahan sawah yang ukuran petaknya lebih kecil. Traktor berpengerak empa-roda lebih baik dipergunakan pada lahan-lahan dengan tingkat kemiringan tinggi, banyak galengan/tanggul. Bila akan membajak lahan yang baru dibuka, dimana disana masih terdapat banyak batu dan tunggul, maka traktor dengan peralatan draft-control akan lebih baik dipergunakan.  Jika kita memerlukan lebih dari satu unit traktor, maka memiliki traktor dengan jenis yang sama atau berbeda, sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Bila jenisnya sama, maka akan lebih mudah memeliharan dan menyediakan suku cadang, tapi tidak dapat dipergunakan untuk pekerjaan yang sangat bervariasi.
 Traktor roda empat mempunyai kisaran daya motor penggerak yang besar. Traktor yang biasa digunakan di taman/kebun mempunyai daya sekitar 11 kW (15 hp). Traktor ini di pasaran biasa disebut traktor mini atau traktor kebun. Traktor raksasa yang biasa digunakan di perkebunan yang luas mempunyai daya sampai 150 kW (200 hp). Namun begitu, biasanya traktor roda empat yang biasa digunakan mempunyai dayaantara 30 – 60 kW (40 - 80 hp).
   
2.2.3 Komponen Utama Traktor Empat Roda
Traktor roda empat secara mendasar terdiri dari bagian-bagian utama sebagai berikut:
  • Enjin (engine)
  • Alat untuk penyaluran tenaga (power transmission device)
  • Alat untuk bergerak (running device)
  • Alat untuk kemudi (steering device)
  • Alat untuk bekerja (working device)

Secara umum, bila melihat bagian-bagian tersebut, sepertinya tidak ada perbedaan besar antara traktor dengan mobil pada umumnya. Perbedaan sepertinya hanya ada pada bagian terakhir yaitu alat untuk bekerja, namun demikian sebenarnya keempat bagian lainnya juga ada banyak perbedaan. Misalnya bila kita ingin mengubah sebuah truk dimodifikasi menjadi traktor, maka hal-hal berikut harus dipertimbangkan:
  1. Konstruksi traktor sangat kaku di semua bagian
  2. Traktor dipergunakan dengan beban berat hampir di seluruh waktu kerjanya
  3. Traktor bergrak dengan kecepatan rendah
  4. Traktor umumnya bergerak di lahan yang tidak rata
  5. Traktor beroperasi pada lahan berdebu dan berlumpur
  6. Traksi atau gaya tarik yang kuat diperlukan
  7. Rem untuk roda kiri dan kana harus dipisahkan dan bebas, namun bisa disatukan dengan menggunakan differential lock
1.        Enjin (engine).
Kebanyakan dari traktor roda empat dilengkapi dengan enjin diesel, 4-tak, berpendingin air. Banyak diantaranya memiliki 2 hingga 6 silinder. Enjin traktor nampak seperti enjin truk atau bus tetapi dilengkapi dengan governor yang efektif untuk keperluan dapat menjaga putaran konstan dengan tanpa memandang beban yang diberikan.

Enjin dari sebuah traktor roda empat umumnya dilengkapi dengan:
·         Sistem bahan bakar. Enjin traktor biasanya memiliki sebuah pompa injeksi untuk setiap silinder. Untuk mengalirkan bahan bakar, diperlukan pompa bahan bakar (lihat Gambar 2).
·         Sistem pelumasan. Minyak pelumas dialirkan secara paksa oleh pompa minyak pelumas ke berbagai bagian enjin.
·         Sistem pendingin. Radiator dan kipas pendingin selalu melengkapi enjin yang berpendingin air. Pompa harus dilengkapi untuk memastikan terjadinya sirkulasi air. (Lihat Gambar 3)
·         Sistem listrik. Ada alat motor starter untuk memutar flywheel yang ditenagai oleh aki (accu). Aki juga digunakan untuk menyalakan lampu, klakson dan aksesoris lainnya. Aki dicharge oleh generator, yang selalu berputar bersama putaran enjin.



2.        Alat untuk penyaluran tenaga (power transmission device)
Alat ini berfungsi menyalurkan tenaga dari enjin menuju roda, poros pto, pompa oli untuk menggerakkan tiga-titik gandeng (thre- point linkage/hitch), dan lain-lainnya, pada berbagai tingkat kecepatan putaran. Penyaluran tenaga ke roda, mirip dengan yang ada pada mobil, yaitu memiliki urutan dari enjin  kopling - gigi kecepatan - gigi diffrensial - poros roda. Karena traktor bergerak dengan kecepatan yang sangat bervariasi, mulai dari 0,3 hingga 10 km/jam di lahan, dan 15 - 24 km/jam di jalan raya, jumlah gigi perubahan kecepatan umumnya bervariasi dari 6 hingga 12, atau lebih. Gigi differensial dapat dikunci dengan diffrential lock, ini akan membuat kedua roda penggerak berputar bersamaan bila salah satu roda mengalami slip. Blok enjin dan sistem transmisi biasanya menjadi satu sebagai badan utama traktor, maka dia dibuat dengan konstruksi yang sangat kuat

3.        Alat untuk bergerak (running device)\
Bagian utama untuk bergerak adalah roda ban. Roda ban traktor ukurannya besar, untuk memberikan ground clearance yang besar, juga untuk mempermudah gerak pada lahan tidak rata, dan juga untuk meningkatkan kemampuan traksi. Namun demikian, untuk lebih meningkatkan kemampuan traksinya, kembang roda ban dibuat lebih tinggi. Demikian juga sering dilengkapi dengan berat tambahan berupa besi atau penambahan air ke dalam ban.
Namun demikian, pada lahan sawah yang berlumpur, beban yang berat akan malah menghambar gerak traktor. Oleh sebab itu, traktor untuk lahan sawah biasanya dilengkapi roda sangkar, untuk mengurangi tekanan kontak. hanya disediakan pada roda belakang. Rem roda kiri dan kanan dapat dipergunakan sendiri-sendiri untuk memudahkan belok. Traktor untuk lahan sawah biasanya dilengkapi dengan rem yang memilik bearing dengan seal kedap air. Beberapa traktor dengan berpenggerak empat roda memiliki empat buah roda yang sama besar, dan ada yang memiliki roda depan yang lebih kecil.

4.        Alat untuk kemudi (steering device)
Traktor roda empat umumnya dikemudikan dari ruang kemudi dengan mengendalikan roda depan melalui roda kemudi (stir), sebagaimana umumnya mobil. Namun ada juga kemudi dilakukan dengan mengatur roda belakang, seperti traktor buatan Thailand. Gigi differential sangat penting untuk poros roda penggerak, dan jangan gunakan differential lock saat berbelok. Sistem power steering digunakan untuk traktor besar. Ini akan membantu memperingan pengemudian traktor. Saat berbelok, diperlukan juga bantuan rem kiri bila berbelok tajam ke kiri atau sebaliknya.

5. Alat untuk bekerja (working device)
Tiga-titik gandeng (three-point hitch) adalah bagian dari traktor yang berfungsi untuk menggandeng implemen. Dua buah lower link, kiri dan kanan, mampu bergerak naik yang dioperasikan oleh tekanan hidrolik, dan bergerak turun oleh gaya gravitasi. Implemen dapat dinaik-turunkan oleh operator melalui alat ini dari kursi duduk operator. Pada saat mengolah tanah, implemen pengolahan tanah umumnya diangkat pada saat traktor berbelok. Bila peralatan stasioner, misalnya alat perontok atau pompa air dioperasikan melalui pemanfaatan poros pto, maka alat-alat tersebut akan dapat dengan mudah dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lainnya apabila alat-alat tersebut dipasangkan pada tiga-titik gandeng.
            Tiga-titik gandeng biasanya dilengkapi dengan alat kendali posisi otomatis (automatic posisition control device), atau alat kendali draft otomatis (automatic draft control device), atau keduanya. Yang pertama berfungsi menjaga agar implemen selalu berada pada ketinggian yang telah diset melalui tuas kendali. Yang kedua digunakan untuk secara otomatis menjaga tahanan tarik yang tetap, misalkan, dengan secara otomatis menaikkan implemen bila melalui tanah keras atau halangan, dan jika tanahnya seragam, maka kedalaman pengolahan yang seragam akan dengan mudah dapat diperoleh.
            Tenaga yang disediakan pada poros pto dipergunakan untuk memutar implemen sambil menariknya seperti kultivator rotari, mower, dll. Dan juga dapat digunakan untuk menggerakkan peralatan stasioner. Poros pto biasanya terletak di bagian belakang bawah traktor. Putaran pto bervariasi tergantung jenis traktor, berkisar antara 500 hingga 1500 rpm sesuai dengan putaran engine. Ada yang putaran pto tidak bergantung pada kecepatan maju traktor (cocok untuk kultvator rotari, mower, kerja stasioner, dll), ada juga yang sesuai dengan laju traktor (cocok untuk alat tanam, penyiang, dll)




2.3 Motor Bakar
Motor bakar adalah mesin atau pesawat yang menggunakan energi termal untuk melakukan kerja mekanik, yaitu dengan cara merubah energi kimia dari bahan bakar menjadi energi panas, dan menggunakan energi tersebut untuk melakukan kerja mekanik. Energi termal diperoleh dari pembakaran bahan bakar pada masin itu sendiri. Jika ditinjau dari cara memperoleh energi termal ini (proses pembakaran bahan bakar), maka motor bakar dapat dibagi menjadi 2 golongan yaitu: motor pembakaran luar dan motor pembakaran dalam.

    2.3.1 Motor 2 Tak
Pada dasarnya prinsip kerja motor 2-tak sangat simpel/sederhana.  Pada satu siklus pembakaran terjadi dua kali langkah seker/piston. sangat berbeda sekali dengan prinsip kerja motor 4-tak. Pada motor 4-tak terjadi 4 langkah pada satu siklus pembakaran. walaupun sama-sama memiliki 4 proses, langkah isap, langkah tekanan/kompresi, langkah putar/tenaga dan langkah buang. yang diteruskan ke saluran buang atau Knalpot.
Setelah kita mengetahui langkah kerja motor bensin 4 tak, kali ini kita akan membahas langkah kerja motor bensin 2 tak. Jadi dalam motor bensin 2 tak, piston melakukan 2 kali langkah kerja dalam 1 kali langkah usaha.

·         Langkah kompresi dan langkah hisap pada langkah ini dalam motor 2 tak terjadi 2 aksi berbeda yang terjadi secara bersamaan yaitu aksi kompresi yang terjadi pada ruang silinder atau pada bagian atas dari piston dan aksi hisap yang terjadi pada ruang engkol atau pada bagian bawah piston. Sedang kang yang terjadi dalam langkah ini adalah : -torak bergerak dari TMB (titik mati bawah) ke TMA (titik mati atas). -pada saat saluran pembiasan tertutup mulai dilakukan langkah kompresi pada ruang silinder. -dan pada saat saluran hisap membuka maka campuran udara dan bensin akan masuk ke dalam ruang engkol.

·         Langkah usaha dan buang Dan pada langkah ini terjadi langkah usaha dan buang yang terjadi pada saat yang tidak bersamaan, jadi langkah usaha dahulu barulah setelah saluran pembiasan dan saluran buang terbuka terjadi langkah buang. Yang terjadi dalam langkah ini adalah : -sebelum piston mencapai TMA (titik mati atas), busi akan memercikan bunga api listrik sehingga campuran udara dan bahan bakar akar terbakar dan menyebabkan timbulnya daya dorong terhadap piston, sehingga piston akan bergerak dari TMA (titik mati atas) ke TMB (titik mati bawah). -sesaat setelah saluran hisap tertutup dan saluran bias serta saluram buang membuka maka campuran udara dan bahan bakar yamg berada diruang engkol akan mendorong gas sisa hasil pembakaran melalui saluran bias kesaluran 

    2.3.2 Motor 4 Tak
Mengapa mesin disebut 4 tak, karena memang ada 4 langkah berikut langkah langkah dalam mesin 4-tak :
·         Intake
Disebut langkah intake karena langkah pertama adalah menghisap melalui piston dari karburator. Pasokan bahan bakar tidak cukup hanya dari semprotan karburator. Cara kerjanya adalah sbb. Piston pertama kali berada di posisi atas (atau disebut Titik Mati Atas). Lalu piston menghisap bahan bakar yang sudah disetting/dicampur antara bensin dan udara di karburator. Piston lalu mundur menghisap bahan bakar. Untuk membuka, diperlukan klep atau valve inlet yang akan membuka pada saat piston turun/menghisap ke arah bawah.

·         Kompresi
Langkah ini adalah lanjutan dari langkah di atas. Setelah piston mencapai titik terbawah di tahapan intake, lalu valve intake tertutup, dan dilakukan proses kompresi. Yakni, bahan bakar yang sudah ada di ruang bakar dimampatkan. Ruangan sudah tertutup rapat karena kedua valve (intake dan exhaust) tertutup. Proses ini terus berjalan sampai langkah berikut yakni meledaknya busi di langkah ke 3.

·         Combustion (Pembakaran)
Tahap berikut adalah busi pada titik tertentu akan meledak setelah piston bergerak mencapai titik mati atas dan mundur beberapa derajat . Jadi, busi tidak meledak pada saat piston di titik paling atas (disebut titik 0 derajat), tetapi piston mundur dulu, baru meledak. Hal ini karena untuk menghindari adanya energi yang terbuang sia-sia karena pada saat piston di titik mati atas, masih ada energi laten (yang tersimpan akibat dorongan proses kompresi). Jika pada titik 0 derajat busi meledak, bisa jadi piston mundur tetapi mengengkol crankshaft ke arah belakang (motor mundur ke belakang, bukan memutar roda ke depan). Setelah proses pembakaran, maka piston memiliki energi untuk mendorong crankshaft yang nantinya akan dialirkan melalui gearbox dan sproket, rantai, dan terakhir ke roda.

·         Exhaust (Pembuangan)
Langkah terakhir ini dilakukan setelah pembakaran. Piston akibat pembakaran akan terdorong hingga ke titik yang paling bawah, atau disebut Titik Mati Bawah. Setelah itu, piston akan mendorong ke depan dan klep exhaust membuka sementara klep intake tertutup. Oleh karena itu, maka gas buang akan terdorong masuk ke lubang Exhaust Port (atau kita bilang lubang sambungan ke knalpot). Dengan demikian, maka kita bisa membuang semua sisa gas buang akibat pembakaran. Dan setelah bersih kembali, lalu kita akan masuk lagi mengulangi langkah ke 1 lagi.

    2.3.3 Motor Diesel
1) Konstruksi Motor Diesel Penggerak Generator Listrik ( 4 Tak )
Secara garis besarnya konstuksi utama sebuah motor diesel penggerak generator listrik (4 tak) dapat dibagi menjadi 5 bagian utama, meliputi :
·         Komponen sistem bahan bakar : tangki bahan bakar, keran bahan bakar, saringan bahan bakar, pompa injeksi, mekanisme governor, pipa tekanan tinggi, injektor (nozzle) dan saluran pengembalian bahan bakar.
·         Komponen sistem pelumasan : panci oli (carter), saringan kasar (oil screen), pompa oli, saringan halus (oil filter), indikator oli dan saluran penyalur oli pelumas.
·         Komponen sistem pendinginan : tangki air pendingin, mantel pendingin blok selinder (water jacket) dan komponen lain sesuai tipe pendinginan yang digunakan (lihat pada bagian system pendinginan).
·         Komponen sistem mekanisme katup : poros bubungan (cam shaft), pengungkit (tappet), batang pendorong (push rod), tuas penekan katup (rocker arm), katup dan pegas katup.
·         Komponen lain di luar keempat sistem yang telah disebutkan, yaitu : blok selinder, kepala selinder, torak (piston), batang torak (connecting rod), poros engkol, roda gila (fly wheel) dan puli penggerak.

Motor diesel dengan sistem pendinginan tipe hopper, efek pendinginan diperoleh dengan merambatkan panas blok selinder ke air pendingin, sehingga air akan menguap ke permukaan. Dalam jangka waktu operasi tertentu (40 menit sampai 1 jam) air pendingin dalam tangki harus ditambahkan. Indikator jumlah air pendingin tipe hopper ini biasanya menggunakan bola apung. Jika bola apungnya sudah tidak tampak, berarti jumlah air pendingin sudah menyusut dan perlu ditambahkan. Motor diesel dengan sistem pendinginan tipe radiator, biasanya dilengkapi dengan kipas pendingin (cooling fan) dan tutup radiator. Saat mesin beroperasi, air yang berada di sekitar blok selinder menjadi panas dan bergerak naik ke tangki bagian atas dengan melewati sirip-sirip (fin) radiator. Efek pendinginan diperoleh dari aliran udara dari kipas pendingin ke sirip-sirip (fin) radiator. Tutup radiator berfungsi untuk menaikkan tekanan udara di dalam tangki yang berakibat titik didih air pendingin akan lebih tinggi dari 1000C, sehingga dapat memperlambat proses penguapan. Keuntungannya dibandingkan dengan tipe hopper adalah frekwensi penambahan jumlah air pendingin ke dalam tangki lebih rendah.
Motor diesel dengan sistem pendinginan tipe kondensor juga dilengkapi dengan kipas pendingin (cooling fan), akan tetapi bagian atasnya tidak ditutup (tidak memiliki tutup radiator). Efek pendinginannya memanfaatkan prinsip kondensasi (pengembunan). Uap air pendingin dilewatkan ke pipa-pipa kecil yang dialiri udara dari kipas pendingin, sehingga akan mengembun dan menjadi air kembali. Air tersebut akan ditampung dalam tangki kondensor. Saat jumlah air pendingin dalam tangki bawah (di atas blok selinder) berkurang maka tekanan udaranya akan turun (terjadi kevacuman). Hal itu mengakibatkan air dalam tangki kondensor tersedot ke tangki bawah (di atas blok). Keuntungan sistem pendinginan tipe radiator dan tipe kondensor dibandingkan dengan tipe hopper adalah mesin dapat dioperasikan 41 selama kurang lebih 10 jam secara terus tanpa menambahkan air pendingin ke dalam tangki.

   2.3.4 Motor Bensin
Pada motor bensin, bensin dibakar untuk memperoleh energi termal. Energi ini selanjutnya digunakan untuk melakukan gerakan mekanik. Prinsip kerja motor bensin, secara sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut : campuran udara dan bensin dari karburator diisap masuk ke dalam silinder, dimampatkan oleh gerak naik torak, dibakar untuk memperoleh tenaga panas, yang mana dengan terbakarnya gas-gas akan mempertinggi suhu dan tekanan. Bila torak bergerak turun naik di dalam silinder dan menerima tekanan tinggi akibat pembakaran, maka suatu tenaga kerja pada torak memungkinkan torak terdorong ke bawah. Bila batang torak dan poros engkol dilengkapi untuk merubah gerakan turun naik menjadi gerakan putar, torak akan menggerakkan batang torak dan yang mana ini akan memutarkan poros engkol. Dan juga diperlukan untuk membuang gas-gas sisa pembakaran dan penyediaan campuran udara bensin pada saat-saat yang tepat untuk menjaga agar torak dapat bergerak secara periodik dan melakukan kerja tetap.

2.4 Oil Pemulas
Oil atau Pelumas adalah zat kimia, yang umumnya cairan, yang diberikan di antara dua benda bergerak untuk mengurangi gaya gesek. Pelumas berfungsi sebagai lapisan pelindung yang memisahkan dua permukaan yang berhubungan. Umumnya pelumas terdiri dari 90% minyak dasar dan 10% zat tambahan. Salah satu penggunaan pelumas paling utama adalah oli mesin yang dipakai pada mesin pembakaran dalam.
Fungsi dan tujuan pelumasan
Pada berbagai jenis mesin dan peralatan yang sedang bergerak, akan terjadi peristiwa pergesekan antara logam. Oleh karena itu akan terjadi peristiwa pelepasan partikel partikel dari pergesekan tersebut. Keadaan dimana logam melepaskan partikel disebut aus atau keausan. Untuk mencegah atau mengurangi keausan yang lebih parah yaitu memperlancar kerja mesin dan memperpanjang usia dari mesin dan peralatan itu sendiri, maka bagian bagian logam dan peralatan yang mengalami gesekan tersebut diberi perlindungan ekstra.
1. Tugas pokok pelumas
Pada dasarnya yang menjadi tugas pokok pelumas adalah mencegah atau mengurangi keausan sebagai akibat dari kontak langsung antara permukaan logam yang satu dengan permukaan logam lain terus menerus bergerak. Selain keausan dapat dikurangi, permukaan logam yang terlumasi akan mengurangi besar tenaga yang diperlukan akibat terserap gesekan, dan panas yang ditimbulkan oleh gesekan akan berkurang.
2. Tugas tambahan pelumas
Selain mempunyai tugas pokok, pelumas juga berfungsi sebagai penghantar panas. Pada mesin mesin dengan kecepatan putaran tinggi, panas akan timbul pada bantalan bantalan sebagai akibat dari adanya gesekan yang banyak. Dalam hal ini pelumas berfungsi sebagai penghantar panas dari bantalan untuk mencegah peningkatan temperatur atau suhu mesin. Suhu yang tinggi akan merusak daya lumas. Apabila daya lumas berkurang, maka maka gesekan akan bertambah dan selanjutnya panas yang timbul akan semakin banyak sehingga suhu terus bertambah. Akibatnya pada bantalan bantalan tersebut akan terjadi kemacetan yang secara otomatis mesin akan berhenti secara mendadak. Oleh karena itu, mesin mesin dengan kecepatan tinggi digunakan pelumas yang titik cairnya tinggi, sehingga walaupun pada suhu yang tinggi pelumas tersebut tetap stabil dan dapat melakukan pelumasan dengan baik. Untuk memperoleh hasil yang maksimal atau memuaskan di dalam sistem pelumasan ini maka mutlak diperlukan adanya selektifitas penggunaan pelumas itu sendiri, yaitu menentukan jenis pelumas yang tepat untuk mesin dan peralatan yang akan dilumasi. Hal ini untuk mencegah salah pilih dari pelumas yang akan dipakai yang dapat berakibat fatal.

2.5 Maintanance/ Perawatan traktor roda 2 dan 4
2.5.1 Maintanance/ Perawatan traktor roda
Cara merawat traktor roda 2 diantaranya yaitu :
·         Sebelum di operasikan sebaiknya cek seluruh kondisi traktor apakah ada yang kurang kuat (longgar) atau tidak dan jika ad maka dikencangkan
·         Lakukan pemanasan sebelum traktor digunakan agar mesin lebih stabil dan optimal dalam bekerja
·         Oli sebaiknya digznti tepat waktu berdasarkan waktu atau pemakaian sehingga mesin pada traktor dapat terjaga
·         Alat-alat baik yang ada diluar maupun didalam mesin jika sudah aus maka harus cepat diganti agar tidak mengganggu kinerja mesin
·         Setelah memakai traktor maka sebaiknya kotoran-kototrsn/lumpur yang melekat pada traktor dibersihkan agar tidak mengganggu kinerja pada pengoperasian berikutnya.

2.5.2 Maintanance/ Perawatan traktor roda 4
Traktor roda empat adalah salah satu alat pengolah tanah. Kelengkapan traktor roda empat yakni: bajak singkal, bajak piring, garu piring dll. Traktor roda empat adalah traktor dengan tenaga penggerak dari motor diesel dengan didukung empat buah roda. Traktor ini dirancang untuk bekerja di lahan kering, bukan untuk lahan sawah. Berdasarkan ukurannya dibedakan menjadi traktor mini, menengah, dan traktor besar.
Prinsip Kerja Alat
Traktor roda empat dioperasikan oleh operator yang duduk di atas tempat duduk sambil mengemudikannya. Peralatan pengolah tanah dipasangkan atau disambungkan dengan traktor melalui perangkat yang disebut three hitch point atau penyambungan titik tiga, yang terdiri sepasang garpu kiri dan kanan, sedangkan satu tuas lainnya berada di bagian atas sistem penyambungan titik tiga, disebut top link (tuas penyambung bagian atas).
Dengan menggunakan sistem penyambungan ini pengaturan posisi peralatan (bajak, dll.) yang diinginkan dapat diatur dengan memanjangkan atau memendekkan tuas penyambung atas. Untuk mengamankan agar traktor tidak terangkat pada saat dioperasikan untuk pengolahan tanah, maka traktor perlu diseimbangkan dengan memasang beban tambahan pada bagian depan traktor. Dengan melakukan persiapan seperti ini, maka traktor telah siap dioperasikan untuk pengolahan tanah.
Yang Perlu Diperhatikan
Beberapa hal ini perlu diperhatikanketika hendak menggunakan traktor rodaempat dalam pengolahan tanah. Pertama, atur posisi sudut bajak (peralatan yang lain) dengan permukaan tanah disesuaikan dengan kondisi tanahnya (tanah berat atau ringan). Kedua, pengaturan posisi sudut bajak dilakukan melalui tuas penyambungan titik tiga.Ketiga, pasangkan beban penyeimbang di bagian depan traktor. Keempat, traktor siap dioperasikan untuk mengolah tanah.
Manfaat Lain
Traktor roda empat ini juga bermanfaat untuk kepentingan lain: 1) Untuk menarik peralatan pengolah tanah, peralatan budidaya (pemupuk, penyemprot, gerobak, dll.); 2) Untuk menggerakkan peralatan stasioner (pom pa air, mesin prosessing, dll.); 3) Untuk transportasi di kebun.
Cek Kelengkapan Alat
Traktor roda empat merupakan mesin yang berfungsi untuk penghela atau pcnarik peralatan. Untuk dapat digunakan sebagai mesin pengolahan tanah, maka harus dilengkapi dengan perlengkapan pengolah tanah, seperti bajak singkal, bajak pirang, garu piring, alat penyemprot hama dan penyakit tanaman, dll.
Perawatan traktor roda empat perlu dilakukan secara rutin dan perawatnya perlu mengenali bagian bagian traktor dan fungsinya masing-masing. Spesifikasi traktor roda empat sangat bervariasi bergantung pada besarnya daya penggerak, ukuran ban, daya tarik, daya angkat, persneling, dan lain-lain.
Bagian-bagian utama dari traktor roda empat memiliki fungsi masing- masing. Pertama, sistem kemudi: alat untuk mengendalikan jalannya dan atau operasi traktor di lapangan. Kedua, roda depan : roda bagian depan dari traktor yang berfungsi untuk pengendalian, danmemiliki ukura diameter lebih kecil dari roda bagian belakang.
Ketiga, roda bagian belakang dengan ukuran diameter lebih besar dari roda bagian depan traktor yang berfungsi menumpu beban traktor dan peralatan yang terpasang. Keempat, chasisi traktor : bagian rangka traktor roda empat yang juga merangkap sebagai rumah dari sistem transmisi. Kelima, pemberat : besi cor yang dirancang khusus untuk pemberat traktor agar tidak trangkat pada saat mengolah tanah. Keenam, poros PTO : poros yang difungsikan untuk menggerakkan peralatan yang dalam pengoperasiannya memerlukan putaran (bajak rotary), atau untuk menggerakkan peralatan stasioner. Ketujuh, sistem penyambungan peralatan : bentuk peralatan pengolahan tanah yang relative besar, maka pada traktor roda empat memerlukan mekanisme penyambungan khusus, yakni sistem penyambungan titik tiga (three hitch poin).

2.6 Macam-macam pola bajak

l Pola Bolak-balik Rapat
Pengolahan dilakukan dari tepi salah satu sisi lahan dengan arah membujur. Arah lemparan hasil pembajakan ke luar. Setelah sampai ujung lahan, pembajakan kedua dilakukan berimpit dengan pembajakan pertama. Arah lemparan hasil pembajakan kedua dibalik, sehingga akan mengisi alur hasil pembajakan pertama. Pembajakan dilakukan secara bolak balik sampai sisi seberang. Pola ini juga cocok untuk lahan yang memanjang dan sempit. Diperlukan lahan untuk berbelok (head land) pada kedua ujung lahan. Ujung lahan yang tidak terbajak tersebut, dibajak pada 2 atau 3 pembajakan terakhir. Sisa lahan yang tidak terbajak (pada ujung lahan), diolah dengan cara manual (dengan cangkul).

l  Pola Keliling Tengah
Pengolahan tanah dilakukan dari titik tengah lahan. Berputar ke kanan sejajar sisi lahan, sampai ke tepi lahan. Lemparan pembajakan ke arah dalam lahan. Pada awal pengolahan, operator akan kesulitan dalam membelokan traktor. Pola ini cocok untuk lahan yang berbentuk bujur sangkar, dan lahan tidak terlalu luas. Diperlukan lahan untuk berbelok pada kedua diagonal lahan. Lahan yang tidak terbajak tersebut, dibajak pada 2 sampai 4 pembajakan terakhir. Sisa lahan yang tidak terbajak, diolah dengan cara manual (dengan cangkul).

l  Pola Tepi.
Pembajakan dilakukan dari tepi membujur lahan, lemparan hasil pembajakan ke arah luar lahan. Pembajakan kedua pada sisi lain pembajakan pertama. Traktor diputar ke kiri dan membajak dari tepi lahan dengan arah sebaliknya. Pembajakan berikutnya dengan cara berputar ke kiri sampai ke tengah lahan. Pola ini juga cocok untuk lahan
yang memanjang dan sempit. Diperlukan lahan untuk berbelok (head land) pada kedua ujung lahan. Ujung lahan yang tidak terbajak tersebut, dibajak pada 2  atau 3 pembajakan terakhir. Sisa lahan yang tidak terbajak (pada ujung lahan), diolah dengan cara manual (dengan cangkul).
Dengan pola ini akan menghasilkan alur mati (dead furrow). Yaitu alur bajakan yang saling berdampingan satu sama lain. Sehingga akan terjadi alur yang tidak tertutup oleh lemparan hasil pembajakan, memanjang di tengah lahan. Pada tepi lahan lemparan hasil pembajakan tidak jatuh pada alur hasil pembajakan.

l Pola Keliling Tepi
Pengolahan tanah dilakukan dari salah satu titik sudut lahan. Berputar ke kiri sejajar sisi lahan, sampai ke tengah lahan. Lemparan pembajakan ke arah luar lahan. Pada akhir pengolahan, operator akan kesulitan dalam mebelokan traktor. Pola ini cocok untuk lahan yang berbentuk bujur sangkar, dan lahan tidak terlalu luas. Diperlukan lahan untuk berbelok pada kedua diagonal lahan. Lahan yang tidak terbajak tersebut, dibajak pada 2 atau 4 pembajakan terakhir. Sisa lahan yang tidak terbajak, diolah dengan cara manual (dengan cangkul).
l Pola Tengah
Pembajakan dilakukan dari tengah membujur lahan. Pembajakan kedua pada sebelah hasil pembajakan pertama. Traktor diputar ke kanan dan membajak rapat dengan hasil pembajakan pertama. Pembajakan berikutnya dengan cara berputar ke kanan sampai ke tepi lahan. Pola ini cocok untuk lahan yang memanjang dan sempit. Diperlukan lahan untuk berbelok (head land) pada kedua ujung lahan. Ujung lahan yang tidak terbajak tersebut, dibajak pada 2 atau 3 pembajakan terakhir. Sisa lahan yang tidak terbajak (pada ujung lahan), diolah dengan cara manual (dengan cangkul).
Dengan pola ini akan menghasilkan alur balik (back furrow). Yaitu alur bajakan yang saling berhadapan satu sama lain. Sehingga akan terjadi penumpukan lemparan hasil pembajakan, memanjang di tengah lahan. Pada tepi lahan alur hasil pembajakan tidak tertutup oleh lemparan hasil pembajakan.


2.7 Elemen dasar traktor
http://www.ideelok.com/images/stories/tractortngnbag.gifKeterangan gambar :
1) Lamp
2) Engine
3) Clutch
4) Gearbox
5) Handlebar
6) Speed-changing                                                    
7) Clutch-brake handle                                              Gambar 2 Elemen Dasar traktor
8) Throttle control handle
9) Steering hand grip
10) Traction adapter
11) Driving wheel
2.8 Definisi alat penyemprot
Mesin Penyemprot (Sprayer)
Sprayer merupakan alat/mesin untuk memecah suatu cairan atau larutan suspensi menjadi tetesan (butiran tetesan-droplets) yang besar ukurannya tertentu.
Alat Penyemprot Tangan/ Penyemprot Gendong (Hand Sprayer)
Penyemprot yang umum digunakan oleh petani adalah “Penyemprot Tipe Gendong” biasanya besar ukuran butiran yang dihasilkan oleh alat ini antara 100-400 ×cm. Penyemprot tipe gendong terdiri atas dua jenis berdasarkan jenis pompa yang digunakan, yaitu penyemprot gendong otomatis yang menggunakan pompa angin dan penyemprot gendong semi otomatis yang menggunakan pompa isap (tekan)
Penyemprot tipe gendong, terdiri atas 3 (tiga) bagian utama, yaitu:
a. Bagian Tangki (Reservoir)
b. Bagian Pompa (unit pompa)
c. Bagian Pengabut (unit selang dan pelengkap nozzle)

Pompa
Pompa adalah suatu mesin yang dapat merubah suatu energy mekanis motor penggerak menjadi energy fluida (zat cair, gas) dengan tujuan mengalirkan, menaikkan, dan memampatkan (gas).(Haryono,1982 halaman 16)
Dalam mekanisasi bidang perairan, pompa berfungsi untuk melancarkan aliran/kebutuhan air bagi pertnian dan terutama dapat menaikkan air dari dalam tanah atau dari dalam sungai hingga ke daerah pertanian.
Tipe pompa yang diperlukan tegantung dari daya hisap dan daya tekannya. Tenaga yang dipergunakan untuk menggerakkan pompa berasal dari tenaga manusia, angina tau motor. Ada beberapa tipe pompa yang umumnya dipergunakan di di daerah pertanian, yaitu:
1. Pompa plunyer, yang sesuai untuk sumur dalam
2. Pompa torak, yang dapat digunakan untuk sumur dangkal.
3. Pompa sentrifugal.
4. Pompa propeller (axial).
Pompa spiral adalah suatu pesawat pengangkut zat cair dari tempat yang lebih rendah ke tempat yang lebih tinggi. Pengangkutan zat cair itu pertama kali diperoleh dari energy kinetic kemudian berangsur-angsur berubah menjadi energy potensial (Hardjosentono, Dkk. 2002).
Untuk menentukan besarnya debit air yang diperlukan untuk mengairi suatu lahan tergantung pada areal lahan, kebutuhan air, tanaman dan tebal genangan.
Sistem irigasi yang umum adalah system irigasi gravitasi, tetapi pengembangan system irigasi gravitasi semkain kecil, maka alternative lain adalah dengan menggunakan system irigasi pompa air. System ini dipilih karena sesuai dengan kebutuhan suatu kawasan pertanian, pompa ini pun dapat bekerja secara efisien dan ekonomis (Nawawi, 2001).
Fungsi Utama
Fungsi utama sprayer adalah untuk memecahkan cairan yang disemprotkan menjadi tetesan kecil (droplet) dan mendistribusikan secara merata pada objek yang dilindungi.
  1. a.      Kegunaan Khusus
Sprayer digunakan untuk :
1)      Menyemprotkan insektisida untuk mencegah dan memberantas hama
2)      Menyemprotkan fungisida untuk mencegah dan memberantas penyakit
3)      Menyemprotkan herbisida untuk mencegah dan memberantas gulma
4)      Menyemprotkan pupuk cairan
5)      Menyemprotkan cairan hormon pada tanaman untuk tujuan tertentu
  1. b.      Tujuan Sprayer
Agar mampu melakukan kalibrasi serta menentukan jumlah pelarut untuk kebutuhan budidaya tanaman tertentu.

2.8.1 Jenis-jenis alat penyemprot
Sprayer dikelompokan berdasarkan tenaga penggerak dan jenis pompa sprayer :
1.      Berdasarkan tenaga penggerak
a)         Sprayer dengan Penggerak Tangan (Hand Operated Sprayer)
Gambar 3. Handsprayer
-      Atomizer (Hand sprayer)
-         Sprayer otomatis (Compressed air sprayer)
-         Sprayer semi otomatis (Knapsack sprayer)
-         Bucket sprayer
-         Barrel sprayer
-         Wheel barrow sprayer
-         Slide pump sprayer

b)                 Sprayer Bermotor (Power Sprayer)
-         Hydraulic sprayer
-         Blower sprayer
-         Hydro pneumatic sprayer
-         Aerosol generator
2.                  Berdasarkan tenaga penggerak
a)      Pompa tekanan udara : memompa udara ke dalam tangki cairan dan menekan    cairan ke nozzle.
-         Sprayer otomatis (Compressed air sprayer)
-         Hydro pneumatic sprayer
b)      Pompa cairan : memompa cairan langsung ke nozzle.
-     Sprayer semi otomatis
-         Bucket sprayer
-         Barrel sprayer
-         Wheel barrow sprayer
-         Slide pump sprayer
-         Power hydraulic sprayer
c)      Pompa penghembus udara
-         Atomizer (Hand sprayer)
-         Power blower sprayer
Adapun jenis-jenis sprayer yang  digunakan di lapangan yaitu :
1.                  Home hold sprayer (untuk kebutuhan rumah tangga)
2.                  Knapsack-sprayer dengan pompa udara tekan
3.                  Knapsack-sprayer bertekanan konstan dengan pompa plunyer
4.                  Bucket sprayer (sprayer ember)
5.                  Barrel sprayer (sprayer tong), dan Wheel barrow sprayer (sprayer beroda)

Spesifikasi Handsprayer
Secara umum spesifikasi alat penyemprot meliputi data teknis mengenai :
a.                   Volume tangki : 10 – 20 L
b.                   Kapasitas tangki : 8 – 16 L
c.                    Kekuatan tangki : 10 – 15 kg / cm2 ( 140 – 200 psi)
d.                   Bahan konstruksi : plat logam anti karat


   2.8.2 Jenis-jenis Nozel dan Kegunaanya
1.         Variable Cone Nozzle.
            Variabel Cone tips nosel memiliki pola semprot berbentuk kerucut yang disesuaikan dari kabut halus ke sungai yang solid. Pola disesuaikan membuat variabel tips kerucut alat semprot serbaguna. Kalibrasi nosel ini tidak mudah karena kesulitan menyesuaikan ujung ke pola yang sama dan waktu aliran setelah waktu. Meskipun tidak ideal untuk sebagian besar aplikasi, mereka berguna bagi banyak orang, dan semprotan insektisida fungisida herbisida.


  1. Hollow Cone nozzle.
            Hollow Cone tips nozzle menghasilkan semprot halus yang terkonsentrasi di tepi luar pola. semprot Pendekatan target dari sudut yang berbeda meningkatkan cakupan. Mereka dirancang untuk aplikasi fungisida dan insektisida di mana cakupan yang sangat baik adalah diperlukan. Pola baik semprot spray drift meningkatkan potensi.
  1. Multi nozzle boom
Multi nozzle boom Menggunakan boom sprayer, dibandingkan dengan mengayunkan banjir jet nozzle tunggal, akan meningkatkan keseragaman aplikasi spray. Lebar lulus mungkin lebih kecil menggunakan tiga atau empat boom nozzle, tapi lulus masing-masing akan memiliki distribusi herbisida sangat seragam. petak Spray tiga meter atau lebih dapat diperoleh dengan fitting ransel dengan nozel yang sesuai dan menyesuaikan tekanan semprot sistem untuk memberikan output yang memadai.
  1. Flat Fan nozzle  dan Even Fan nozzle
            Flat Fan tips nozzle dirancang khusus untuk booming beberapa nozzle. Pola spray meruncing dari pusat (full flow) ke tepi (aliran ringan) dan dirancang untuk tumpang tindih dengan nozel berdekatan, menciptakan pola seragam di ledakan semprot tips nozzle Bahkan Fan dirancang untuk semprotan single pass lebih dari baris tanaman atau antara baris. Pola spray seragam (aliran penuh) dari ujung ke ujung. tips kipas Bahkan semprotan tidak dibuat untuk digunakan pada beberapa nosel booming tips nozzle Banjir dirancang untuk memiliki pola semprotan lebar pada tekanan rendah membuat mereka populer dengan operator sprayer ransel. Mereka yang paling cocok untuk defoliants dan herbisida. Pola spray meruncing dari pusat ke tepi, namun itu tidak seragam secara bertahap sebagai bahwa dari kipas datar.

BAB III
ALAT DAN BAHAN

            3.1 Alat
Alat atau Perkakas (Inggris: tools) adalah benda yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan kita sehari-hari. Beberapa contoh alat adalah palu, tang, gergaji, dan cangkul dan juga traktor atau bajak.
                 3.1.1 Bajak Singkal
Secara umum bajak singkal dibedakan atas 2 jenis, yaitu bajak singkal satu arah (one-way moldboard plow) dan bajak singkal dua arah (two-way moldboard plow). Bajak singkal satu arah adalah jenis bajak singkal dimana pada waktu pengolahan tanah akan melempar dan membalik tanah hanya pada satu arah saja. Sedangkan bajak singkal 2 arah pada waktu mengolah tanah arah pelemparan atau pembalikan tanah dapat diatur 2 arah, yaitu ke kanan dan ke kiri. Bagian-bagian utama dari bajak singkal yang aktif mengolah tanah adalah pisau bajak (share), singkal (moldboard) dan penstabil bajak (landside).
Fungsi dari pisau bajak adalah untuk memotong tanah secara horisontal. Biasanya alat ini terbuat dari logam yang berbentuk tajam. Singkal berfungsi untuk menghancurkan dan membalik tanah, karena bentuknya yang melengkung maka pada waktu bajak bergerak maju, tanah yang terpotong akan terangkat ke atas dan kemudian dibalik dan dilemparkan sesuai dengan arah pembalikan bajak. Landside berfungsi untuk mempertahankan gerak maju bajak agar tetap lurus, dengan cara menahan atau mengimbangi gaya kesamping yang diterima bajak singkal pada waktu bajak tersebut digunakan untuk memotong dan membalik tanah.
Bajak singkal ini dapat digunakan untuk bermacam-macam jenis tanah dan sangat baik untuk membalik tanah.  Bagian dari bajak singkal yang memotong dan membalik tanah disebut bottom. Suatu bajak dapat terdiri dari satu bottom atau lebih. Bottom ini dibangun dari bagian-bagian utama, yaitu : 1) singkal (moldboard), 2) pisau (share), dan 3) penahan samping (landside) .Ketiga bagian utama tersebut diikat pada bagian yang disebut pernyatu (frog). Unit ini dihubungkan dengan rangka (frame) melalui batang penarik (beam).

Gambar 4.Bajak singkal


                 3.1.2 Bajak Rotary
Bajak rotari adalah bajak yang terdiri dari pisau-pisau yang berputar. Berbeda dengan bajak piringan yang berputar karena ditarik traktor, maka bajak ini terdiri dari pisau-pisau yang dapat mencangkul yang dipasang pada suatu poros yang berputar karena digerakan oleh suatu motor. Bajak ini banyak ditemui pada pengolahan tanah sawah untuk pertanaman padi. Ada tiga jenis bajak rotari yang biasa dipergunakam. Jenis pertama yang disebut dengan tipe tarik dengan mesin tambahan (pull auxiliary rotary engine). Pada jenis ini terdapat motor khusus untuk menggerakkan bajak, sedangkan gerak majunya ditarik oleh traktor.
Pengolahan tanah dengan bajak akan menghasilkan bongkahan-bongkahan yang besar, sehingga biasanya masih diperlukan tambahan pengerjaan untuk memperoleh keadaan tanah yang lebih halus lagi.
Dengan menggunakan bajak putar pengerjaannya hanya dilakukan sekali tempuh. Bajak putar ini dapat digunakan pada tanah yang kering maupun tanah sawah, kadang-kadang juga digunakan untuk mengerjakan tanah kedua dan juga dapat digunakan untuk melakukan penyiangan atau pendangiran. Penggunaan bajak rotari untuk pengolahan tanah dapat memberikan hasil yang lebih baik (baik untuk tanah kering maupun tanah basah).
Untuk mengatasi lengketnya tanah pada pisau maka dapat dilakukan dengan mengurangi jumlah pisau dan mempercepat putaran pada rotor dan memperlambat gerakan maju. Makin cepat perputaran rotor akan lebih banyak daya yang digunakan, namun akan diperoleh hasil penggemburan yang lebih halus.
Rotari memiliki bagian-bagian yang sangat penting, yaitu : pisau, poros putar, rotor, penutup belakang (rear shield) dan roda dukung (land wheel). Pisau berfungsi untuk mencacah tanah pada waktu pengolahan tanah dengan bajak putar, pisau-pisau potong biasanya dipasang pada poros yang digerakkan horisontal yang bekerja dengan 300 putaran per menit. Rotor berfungsi sebagai tempat pemasangan pisau-pisau dari bajak putar. Rear shield berfungsi untuk membantu penghancuran tanah, adanya penutup belakang ini memungkinkan tanah lebih hancur karena tanah yang terlempar dari pisau terbentur pada penutup. Land wheel berfungsi untuk mengatur kedalaman pengolahan tanah.
Prinsip kerja dari rotary ini adalah : pisau-pisau dipasang pada rotor secara melingkar sehingga beban terhadap mesin merata dan dapat memotong tanah secara bertahap. Sewaktu rotor berputar dan alat bergerak maju maka pisau akan memotong tanah. Luas tanah yang terpotong dalam sekali pemotongan tergantung pada kedalaman dan kecepatan bergerak maju. Gerakan putaran rotor-rotor (pisau-pisau) diakibatkan daya dari rotor yang diteruskan melalui sistem penerusan daya khusus sampai ke rotor tersebut.

Gambar 5.Bajak Rotari Tipe Vertikal
            Jenis kedua adalah tipe tarik dengan penggerak PTO (pull power take off driven rotary plow). Alat ini digandengkan dengan traktor melalui tiga titik gandeng (three point hitch). Untuk memutar bajak ini digunakan daya dari as PTO traktor.
Jenis ketiga adalah bajak rotari tipe kebun berpenggerak sendiri (self propelled garden type rotary plow). Alat ini terdapat pada traktor-traktor roda 2. Bajak rotari digerakkan oleh daya penggerak traktor melalui rantai atau sabuk. Dapat juga langsung dipasang pada as roda, sehingga disamping mengolah tanah bajak ini juga berfungsi sebagai penggerak


                 3.1.3 Stop Watch
Stopwatch adalah alat yang digunakan untuk mengukur lamanya waktu yang diperlukan dalam kegiatan, Untuk contoh : Berapa lama sebuah Mobil dapat mencapai jarak 60Km, atau berapa waktu yang dibutuhkan seorang pelari dapat mencapai jarak 100 meter. Stopwatch secara khas dirancang untuk memulai dengan menekan tombol diatas dan berhenti sehingga suatu waktu detik ditampilkan sebagai waktu yang berlalu. Kemudian dengan menekan tombol yang kedua kemudian memasang lagi stopwatch pada nol. Tombol yang kedua juga digunakan sebagai perekam waktu.
Catatan : dalam praktikum kami menggunakan HP.
Gambar 6.Stopwatch


                 3.1.4 Meteran
                        Meteran adalah alat yang digunakan untuk mengukur berapa Panjang dan   lebarnya lahan yang akan di bajak,
Gambar 7.Meteran


                 3.1.5 Gelas Ukur
Fungsi gelas ukur untuk memasak hampir sama dengan timbangan. Bedanya, gelas ukur dipakai untuk benda cair, sedangkan timbangan lebih sering digunakan untuk benda padat. Meski begitu, gelas ukur juga berguna untuk mengukur takaran benda padat. Nah, benda padat yang dimaksud di sini adalah yang berbentuk bubuk. Misalnya gula, tepung, dan beras.
Gambar 8.Gelas ukur








                 3.1.6 Cangkul
Cangkul adalah satu jenis alat tradisional yang digunakan dalam pertanian. Cangkul digunakan untuk menggali, membersihkan tanah dari rumput ataupun untuk meratakan tanah. Cangkul masih digunakan hingga kini. Pekerjaan yang lebih berat biasanya menggunakan bajak.
Gambar 9.Cangkul

                 3.1.7 Patok
Patok Adalah suatu benda yang biasa didapat dari kayu kayu yang sudah kering yang penting masih kuat, dan bias digunakan untuk menandai lahan yang akan di buat bedengan.
Gambar 10. Patok

            3.1.Lahan
Tanah / lahan merupakan suatu sistem yang dinamis, tersusun dari empat bahan utama yaitu bahan mineral, bahan organik, air dan udara. Bahan-bahan penyusun tanah tersebut berbeda komposisinya untuk setiap jenis tanah, kadar air dan perlakuan terhadap tanah. Sebagai suatu sistem yang dinamis, tanah dapat berubah keadaannya dari waktu ke waktu, sesuai sifat-sifatnya yang meliputi sifat fisik, kimia, dan sifat mekanis, serta keadaan lingkungan yang keseluruhannya menentukan produktifitas tanah. Pada tanah pertanian, sifat mekanis tanah yang terpenting adalah reaksi tanah terhadap gaya-gaya yang bekerja pada tanah, dimana salah satu bentuknya yang dapat diamati adalah perubahan tingkat kepadatan tanah

            3.2 Bahan

3.2.1 Varietas tanaman jagung
3.2.2 Pupuk Kandang
3.2.3 Pupuk NPK























BAB IV
PROSEDUR KERJA

            4.1 Prosedur Umum
                 4.1.1 Cara Menghidupkan Traktor 2 Roda
Berikut ini akan dijelaskan langkah-langkah penting dalam menghidupkan dan mematikan traktor tangan, beserta tujuannya:
  1. Tuas kopling utama diposisikan “OFF” atau “rem”, sehingga traktor tidak berjalan pada saat dihidupkan.
  2. Untuk keamanan, semua tuas persneleng pada posisi netral.
  3. Buka kran bahan bakar, sehingga terjadi aliran bahan bakar ke ruang pembakaran.
  4. Gas dibesarkan pada posisi “start”, sehingga ada aliran bahan bakar (solar) yang cukup banyak di ruang pembakaran.
  5. Tuas dekompresi ditarik dengan tangan kiri, untuk menghilangkan tekanan di ruang pembakaran pada saat engkol diputar.
  6. Engkol dimasukkan ke poros engkol, lalu putar engkol searah jarum jam beberapa kali, agar oli pelumas dapat mengalir ke atas melumasi bagian-bagian traktor. Biasanya dilengkapi dengan indikator, untuk menunjukkan adanya aliran pelumas.
  7. Percepat putaran engkol, sehingga akan menghasilkan cukup tenaga untuk menghidupkan motor.
  8. Lepaskan tuas dekompresi, untuk menghasilkan tekanan, sementara engkol masih tetap diputar sampai motor hidup.
  9. Setelah motor hidup, engkol akan terlepas sendiri dari poros engkol. Hal ini disebabkan bentuk pengait engkol yang miring.
  10. Geser posisi tuas gas pada posisi “idle” atau stasioner Hidupkan motor tanpa beban kurang lebih selama 2-3 menit, agar proses pelumasan dapat berjalan dengan baik.
  11. Traktor siap di operasikan.



                 4.1.2 Cara Menghidupkan Traktor 4 Roda
Berikut ini akan dijelaskan langkah-langkah penting dalam menghidupkan dan mematikan traktor tangan, beserta tujuannya:
a.         Naik ke traktor dengan posisi maju, karena sekalian melihat bagian pengendali. Hati -hati tidak boleh menyentuh bagian pengendali, baik tangan maupun kaki.
b.        Duduklah yang baik di tempat duduk, karena seluruh anggota badan, diperlukan untuk mengendalikan traktor.
c.         Semua saklar diposisikan “OFF”, untuk menghemat strom accu pada saat kunci kontak pada posisi “ON”
d.        Semua tuas dan pedal netral. Sehingga pada saat traktor dihidupkan, seluruh peralatan traktor tidak berjalan.
e.         Masukkan kunci kontak dan putar ke kanan ke arah “ON”
f.         Lihat, apakah lampu indikator pengisian accu dan indicator sirkulasi oli pelumas menyala.
g.        Putar kunci kontak ke kanan ke arah “PREHEAT” selama kurang lebih 10 – 20 detik. Atau sampai indikator pemanas mesin berpijar, sebagai tanda ruang pembakaran sudah cukup panas. Dengan panasnya ruang pembakaran, akan mempermudah terjadinya proses pembakaran.
h.        Injak penuh pedal kopling, untuk menjaga agar traktor tidak berjalan pada saat distater.
i.          Geser tuas gas pada posisi “START” atau gas tinggi.
j.          Putar kunci kontak ke kanan penuh ke arah “START”, sehingga motor stater akan memutar motor penggerak.
k.        Setelah motor hidup, segera lepaskan kunci kontak, sehingga kunci kontak secara otomatis kembali ke posisi “ON”. Untuk mematikan motor stater.
l.          Setelah motor hidup, lampu indikator pengisian accu dan indikator sirkulasi oli pelumas mati.
m.      Kecilkan posisi gas ke idle
n.        Lepaskan pedal kopling pelan-pelan

                 4.1.3 Cara Mematikan Traktor 2 Roda
Berikut ini adalah cara mematikan traktor roda dua :
a.         Lepaskan beban motor.
b.        Kecilkan gas pada posisi “idle” atau stasioner, sehingga putaran mesin akan pelan, selama 2-3 menit.
c.         Geser tuas gas pada posisi “stop”, hingga motor mati karena tidak ada aliran bahan bakar ke ruang pembakaran.
d.        Tutup kran bahan bakar

4.1.4        Cara Mematikan Traktor 4 Roda
Berikut ini adalah cara mematikan traktor roda empat :
a.         Lepaskan beban motor.
b.        Kecilkan gas pada posisi “idle” atau stasioner, sehingga putaran mesin akan pelan, selama 1 menit.
c.         Netralkan seluruh bagian pengendali, tuas hidrolik pada posisi turun.
d.        Geser tuas gas pada posisi “stop”, hingga motor mati karena tidak ada aliran bahan bakar ke ruang pembakaran.
e.         Setelah motor mati, putar kunci kontak ke posisi “OFF”, lalu cabut.
f.         Pasang pengunci rem sebelum meningalkan traktor

4.1.5        Cara Mengoprasikan Traktor 2 Roda
Berikut ini akan di jelas kan cara mengoperasikan traktor dua roda secara singkat:
1.        Memulai menjalankan traktor tangan
  1. Posisi gas digeser sedikit lebih besar dari posisi idle.
  2. Gigi persneleng dipindah ke posisi jalan (1,2,3 atau R). Untuk menarik implemen, jangan menggunakan gigi tinggi, agar operator tidak perlu lari
  3. Untuk menarik trailer, posisi stang kemudi diturunkan, agar tidak terjadi hentakan ke bawah pada saat traktor mulai jalan.
  4. Tuas kopling utama dilepas dengan tangan kiri pelan-pelan agar traktor tidak meloncat pada saat mulai jalan.
  5. Khusus untuk traktor yang menarik trailer, setelah traktor mulai jalan, stang kemudi bisa diangkat lagi
2.        Menjalankan lurus ke depan
  1. Lakukan langkah “mulai menjalankan traktor tangan”
  2. Pada saat traktor berjalan, kedua tangan berada padastang kemudi.
  3. Mata memandang ke depan.
  4. Gas diperbesar dengan ibu jari kanan sesuai keinginan.
  5. Jangan membelokkan stang kemudi
  6. Jangan memindah posisi gigi persneleng
3.        Menghentikan traktor/parker
  1. Gas dikecilkan pada posisi idle.
  2. Tuas kopling utama ditarik pada posisi “OFF”. Lalu ditarik kembali pada posisi rem.
  3. Persneleng dinetralkan.
  4. Gas dikecilkan
4.        Mengganti gigi persneleng
  1. Lakukan langkah menghentikan traktor
  2. Posisi kopling utama “OFF”.
  3. Pindahkan posisi gigi persneleng.
  4. Mulai menjalankan traktor lagi.
Catatan: Pada saat perpindahan gigi persneleng, traktor harus dalam posisi berhenti, karena biasanya traktor tidak dilengkapi dengan sinkronmes
5.        Membelokkan traktor pada jalan datar
  1. Gas dikecilkan sebelum traktor dibelokkan.
  2. Tekan kopling kemudi kiri kalau mau belok ke kiri. Tekan kopling kemudi kanan kalau mau belok ke kanan.
  3. Kalau perlu tangan membantu menggeser stang kemudi.
  4. Pada saat mulai membelok jangan terlalu ke tepi, karena untuk haluan trailer.

4.1.6        Cara Mengoprasikan Traktor 4 Roda
1.        Memulai menjalankan traktor roda empat
  1. Lakukan langkah menghidupkan traktor
  2. Posisi gas digeser sedikit lebih besar dari posisi idle.
  3. Tuas rem parkir dilepas
  4. Pedal kopling diinjak penuh
  5. Tuas persneleng cepat lambat dibindah ke posisi “cepat” atau “lambat”
  6. Tuas persneleng utama dipindah ke posisi jalan (1,2,3 atau R).
  7. Pedal kopling utama dilepas pelan-pelan agar traktor tidak meloncat pada saat mulai jalan.
2.        Menjalankan lurus ke depan
  1. Lakukan langkah “mulai menjalankan traktor roda empat”
  2. Pada saat traktor berjalan, kedua tangan berada pada kemudi. Posisi ibu jari keluar.
  3. Mata memandang ke depan.
  4. Gas diperbesar untuk mempercepat jalannya traktor sesuai keinginan.
  5. Kedua kaki dipindah ke landasan, jangan di pedal gas, kopling atau rem.
  6. Jangan membelokkan stang kemudi
  7. Jangan memindah posisi gigi persneleng
3.        Menghentikan traktor
  1. Gas dikecilkan pada posisi idle untuk mengurangi kecepatan
  2. Injak pedal kopling sehingga posisi transmisi terlepas
  3. Injak pedal rem, traktror akan berhenti.
  4. Persneleng utama dan persneleng cepat lambat dinetralkan.
4.           Menjalankan lurus ke belakang.
  1. Lakukan langkah “mulai menjalankan traktor roda empat”
  2. Badan diputar ke kiri atau ke kanan sedikit untuk melihat ke belakang.
  3. Pada saat traktor berjalan, kedua tangan berada pada kemudi.
  4. Mata memandang ke belakang.
  5. Gas diperbesar untuk mempercepat jalannya traktor sesuai keinginan.
  6. Jangan membelokkan stang kemudi
  7. Jangan memindah posisi gigi persneleng
5.        Mengganti gigi persneleng
  1. Lakukan langkah menghentikan traktor
  2. Pindahkan posisi gigi persneleng sesuai kecepatan yang diinginkan.
  3. Mulai menjalankan traktor lagi.
Catatan: Pada saat perpindahan gigi persneleng, traktor harus dalam posisi berhenti, karena biasanya traktor tidak dilengkapi dengan sinkronmes
6.        Membelokkan traktor di jalan
  1. Gas dikecilkan sebelum traktor dibelokkan.
  2. Biarkan setengah badan traktor melewati belokan
  3. Putar stir kemudi ke kanan atau ke kiri
  4. Pada saat mulai membelok jangan terlalu ke tepi, karena untuk haluan.
7.        Melewati tanjakkan
  1. Gigi persneleng dipindah ke posisi rendah sebelum melewati tanjakkan.
  2. Jalankan traktor, lalu gas diperbesar secara pelan-pelan, untuk mencegah roda depan terangkat
  3. Tidak boleh memindah gigi persneleng pada saat menanjak


4.2      Proses Bajak Singkal Traktor 2 Roda
Berikut ini adalah proses bajak singkal traktor roda dua :
·         Untuk langkah pertama pasang bajak singkal pada trakor roda dua.
·         Hidupkan mesin traktor.
·         Pada saat akan melakukan pengolahan traktor harus ditekan secara perlahan dan kuat supaya hasil bajakan maksimal


                 4.2.1 Proses Bajak Rotari Traktor 2 Roda
·         Untuk langkah pertama pasang bajak Rotary pada trakor roda dua.
·         Hidupkan mesin traktor.
·         Pada saat akan melakukan pengolahan traktor harus ditekan secara perlahan dan kuat supaya hasil bajakan maksimal

4.3      Proses Bajak Singkal Traktor 4 Roda
      • langkah pertama ialah mengecek traktor baik dari segi mesin atau pun kelayakan, isi minyak apabila sudah habis, periksa ban dan lain2
      • nyalakan mesin traktor 4 roda, perhatikan apabila mw jalan di aspal angkat tuas hidrolik supaya bajak tidak terkena tanah
      • setelah traktor sampai di lading yang akan mw di olah turunkan kembali tuas hidrolk agar bajak singkal turun
      • pengolahan tanah siap dilakukan.


4.4      Proses Pembuatan Bedengan
    • Dalam proses pembuatan bedengan ini langkah pertama yang harus dilakukan adalah pengukuran tanah yang akan dibuat bedengan.
    • Kemudian tanah di cangkul sedikit demi sedikit dengan mematok pada tali raffia agar bedengan tetap lurus
    • Setelah 3 minggu bedengen diberikan pupuk kandang kemudian diratakan dengan menggunakan cangkul.
    • Bedengan siap digunakan untuk budidaya tanaman jagung

4.5 Penanaman jagung
            Lahan diolah terlebih dahulu dengan menggunakan bajak singkal,da selanjutnya dilakukan pengolahan tanah kedua dengan menggunakan bajak rotary,dan selanjutnya lahan diukur untuk membuat bedengan sepanjang 20 meter dan lebar 4 meter, lalu dilakukan pemupukan denga menggunakan pupuk kandang sebanyak 6-10 karung,dan selanjutna dilakuka penanaman komoditi jagung, jarak tanam yang dilakukan pada praktikum ini adalah 20 cm dan 1 lobang ditanam 1 benih jagung,
           




BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN
Data Hasil Pengamatan
No
Pengamatan
Hand Traktor
Mini Traktor
Singkal
Rotary
Singkal
1
LebarBajakan
0.33 m
0.9
0.2 m
2
Kecepatan
0.04 m/s
0.24 m/s
0.27 m/s
3
KLT
0.04 m2/s
0.08 m2/s

4
LuasLahan
25 m2
200 m2
131.75 m2
5
WaktuKerja
0.16 jam
0.22 jam

6
KLE
0.02 ha/jam
0.09 ha/jam

7
BahanBakarTerpakai
80 lt/ha
40 lt/ha

8
5 putaranRodaFraksi
-
-
-
-saatpengolahan
4 m
11.90
9.4
-TanpaBeban
12.20 m
11.70
10.5
9
SI
70     %
   -2 %

                                                            Tabel. 1
5.1. Traktor 2 Roda
a.       Bajak Singkal
5.1.1a Kapasitas Lapangan Teoritis (KLT)
Untuk mencari Kapasitas Lapangan Teoritis (KLT) digunakan persamaan berikut:
KLT = 0.36 (V x LP)
Keterangan:
KLT  : Kapasitas Lapangan Teoritis (ha/jam)
V       : Kecepatan rata-rata (m/detik)
LP     : Lebar Bajakan (m)
Berdasarkan hasil pengamatan didapati perhitungan KLT sebagai berikut:
KLT  = 0.36 (V x LP)
          = 0.36 (0.35 m/s x 0.33 m)
          = 0.04 m2/s
5.1.2.aKapasitas Lapangan Efektif (KLE)
Dalam menentukan KLE digunakan persamaan di bawah ini:
KLE =
Keterangan:
KLE  : Kapasitas Lapangan Efektif (KLE)
L       : Luas lahan pengolahan tanah (m)
WK   : Waktu Kerja (jam)
Berikut perhitungan KLE berdasarkan pada data yang telah diperoleh:
KLE =
          =
          = 156.25 m2/ jam
          = 0.015625 ha/jam
          = 0.02 ha/jam

5.1.3a Efisiensi Lapangan (%)
Efisiensi lapangan dapat dicari dengan persamaan:
Eff    =
Berdasarkan tabel, maka:
Eff    =
          = 50  %

5.1.4a Bahan Bakar Terpakai  (lt/ha)
Persamaan yang dapat digunakan untuk mencari bahan baker terpakai adalah sebagai berikut:
Keterangan:
BBT  = Bahan Bakar Terpakai (lt/ha)
BB    = bahan bakar yang digunakan untuk mengolah lahan (lt)
L       = luas lahan (ha)
Berdasarkan data yang diperoleh, maka di dapati bahan bakar yang terpakai adalah sebagai berikut:
          =
          = 80lt/ha

5.1.5a Slip Roda Traksi (%)
Untuk menghitung slip roda traksi digunakan persamaan berikut:
Keterangan:
SI      : Slip roda traksi
Sb     : jarak tempuh traktor saat pengolahan tanah dalam lima putaran roda traksi (m)
So     : jarak tempuh traktor tanpa beban (tanpa mengolah tanah) dalam lima putaran roda traksi (m)
Perhitungan matematis nya sebagai berikut:
     =
     = 0.7x 100%
     = 70  %

b.      Bajak Rotary
5.1.1.bKapasitas Lapangan Teoritis (KLT)
Untuk mencari Kapasitas Lapangan Teoritis (KLT) digunakan persamaan berikut:
KLT = 0.36 (V x LP)
Keterangan:
KLT  : Kapasitas Lapangan Teoritis (ha/jam)
V       : Kecepatan rata-rata (m/detik)
LP     : Lebar Bajakan (m)
Berdasarkan hasil pengamatan didapati perhitungan KLT sebagai berikut:
KLT  = 0.36 (V x LP)
          = 0.36 (0.24 m/s x 0.9 m)
          = 0.08 m2/s
         
5.1.2b Kapasitas Lapangan Efektif (KLE)
Dalam menentukan KLE digunakan persamaan di bawah ini:
KLE =
Keterangan:
KLE  : Kapasitas Lapangan Efektif (KLE)
L       : Luas lahan pengolahan tanah (m)
WK   : Waktu Kerja (jam)
Berikut perhitungan KLE berdasarkan pada data yang telah diperoleh:
KLE =
          =
          = 869.56 m2/ jam
          = 0.086956 ha/jam
          = 0.09 ha/jam

5.1.3b Efisiensi Lapangan (%)
Efisiensi lapangan dapat dicari dengan persamaan:
Eff    =
Berdasarkan tabel, maka:
Eff    =
          = 112.5  %



5.1.4b Bahan Bakar Terpakai  (lt/ha)
Persamaan yang dapat digunakan untuk mencari bahan baker terpakai adalah sebagai berikut:
Keterangan:
BBT  = Bahan Bakar Terpakai (lt/ha)
BB    = bahan bakar yang digunakan untuk mengolah lahan (lt)
L       = luas lahan (ha)
Berdasarkan data yang diperoleh, maka di dapati bahan bakar yang terpakai adalah sebagai berikut:
          =
          = 40lt/ha

5.1.5b Slip Roda Traksi (%)
Untuk menghitung slip roda traksi digunakan persamaan berikut:
Keterangan:
SI      : Slip roda traksi
Sb     : jarak tempuh traktor saat pengolahan tanah dalam lima putaran roda traksi (m)
So     : jarak tempuh traktor tanpa beban (tanpa mengolah tanah) dalam lima putaran roda traksi (m)
Perhitungan matematisnya sebagai berikut:
     =
     = - 0.02x 100%
     =- 2 %

5.2  Traktor 4 Roda
5.2.1KapasitasLapanganTeoritis (KLT)
Untuk mencari Kapasitas Lapangan Teoritis (KLT) digunakan persamaan berikut:
KLT = 0.36 (V x LP)
Keterangan:
KLT         : Kapasitas Lapangan Teoritis (ha/jam)
V              : Kecepatan rata-rata (m/detik)
LP            : Lebar Bajakan (m)
Berdasarkan hasil pengamatan didapati perhitungan KLT sebagai berikut:
KLT       = 0.36 (V x LP)
              = 0.36 (0.27 m/s x 0.2 m)
              = 0.02 m2/s

5.2.2   KapasitasLapanganEfektif (KLE)
Dalam menentukan KLE digunakan persamaan di bawah ini:
KLE =
Keterangan:
KLE         : Kapasitas Lapangan Efektif (KLE)
L              : Luas lahan pengolahan tanah (m)
WK          : Waktu Kerja (jam)
Berikut perhitungan KLE berdasarkan pada data yang telah diperoleh:
KLE =
        =
        = 357.14 m2/ jam
        = 0.035714 ha/jam
        = 0.045.
5.2.3 Efisiensi Lapangan (%)
Efisiensi lapangan dapat dicari dengan persamaan:
Eff    =
Berdasarkan tabel, maka:
Eff    =  x 100 %
          = 200 %
5.2.4   BahanBakarTerpakai (lt/ha)
Persamaan yang dapat digunakan untuk mencari bahan baker terpakai adalah sebagai berikut:
Keterangan:
BBT    = Bahan Bakar Terpakai (lt/ha)
BB       = bahan bakar yang digunakan untukmengolah lahan (lt)
L          = luas lahan (ha)
Berdasarkan data yang diperoleh, maka di dapati bahan bakar yang terpakai adalah sebagai berikut:
          =
          = 25lt/ha
5.2.5   Slip Roda Traksi (%)
Untuk menghitung slip roda traksi digunakan persamaan berikut:
Keterangan:
SI   : Slip roda traksi
Sb   : jarak tempuh traktor saat pengolahan tanah dalam lima putaran roda traksi (m)
So   : jarak tempuh traktor tanpa beban (tanpa mengolah tanah) dalam lima putaran roda traksi (m)
Perhitungan matematisnya sebagai berikut:
     =
= - 10 %

PEMBAHASAN
5.1 Traktor 2 Roda
Traktor roda dua merupakan sumber tenaga tarik mekanis yang dominan yang dipergunakan oleh petani di Indonesia karena cocok untuk luas lahan yang dimiliki petani pada umumnya kecil –kecil yaitu dibawah 0,5 hektar. 
5.1.1 Kapasitas Lapang Teoritis (KLT)
Nilai hasil pengkalian antara nilai kecepatan kerja teoritis dengan lebar  kerja teoritis alat pengolah tanah.
5.1.2 Kapasitas Lapang Efektif (KLE)
Kapasitas lapang yang diukur berdasarkan luas hasil kerja dibagi dengan waktu yang dibutuhkan dilapangan.
5.1.3 Efisiensi Lapangan (%)
Efisiensi merupakan hasil perhitungan dari kapasitas lapang efektif dibagi dengan kapasitas lapang teoritis yang dikali dengan 100 %.
5.1.4 Bahan Bakar Terpakai (lt/ha)
Bahan bakar terpakai merupakan  bahan bakar yang digunakan dalam pengolahan tanah dengan mengukur bahan bakar yang habis terpakai untuk mengolah tanah dalam satuan luas.
5.1.5 Slip Roda Ttraksi (%)
Slip roda traksi merupakan selisih jarak tempuh traktor saat pengolahan tanah dengan jarak tempuh traktor tanpa beban (tidak mengolah tanah) dalam putaran roda traksi yang sama.